Senin, 20 April 2026

Berita Viral

Viral! Wisatawan dan Pedagang Terlibat Cekcok di Telaga Sarangan, Ini Kata Disbudpar Magetan

Viral di Media Sosial, Pengunjung Telaga Sarangan Magetan Dicela Pedagang Setempat, Diduga Beli Kuliner di Orang Lain

Penulis: Febrianto Ramadani | Editor: faridmukarrom
Ist
DITEGUR - Sekelompok wisatawan ditegur oleh pedagang saat menikmati kuliner di Telaga Sarangan Magetan. Video viral di media sosial menayangkan adu argumentasi antara wisatawan dan pedagang yang ditegur karena membeli makanan di pedagang keliling 

TRIBUNMATARAMAN.COM - Keributan antara pengunjung dan pedagang kembali mencuat di kawasan wisata Telaga Sarangan, Kabupaten Magetan.

Insiden ini menjadi viral setelah video amatir berdurasi singkat beredar luas di media sosial.

Meski waktu kejadian tidak disebutkan secara pasti, dalam rekaman itu terlihat sejumlah wisatawan perempuan sedang menikmati nasi pecel di dekat area lapak pedagang tetap.

Tiba-tiba, mereka ditegur oleh seorang pria yang diduga merupakan pedagang setempat.

Dalam video tersebut, sang pedagang tampak mempertanyakan alasan para wisatawan membeli makanan dari pedagang keliling, bukan dari warung resmi yang menetap di kawasan tersebut.

Baca juga: Arema FC Umumkan Skema Baru Tiket Kandang Musim 2025/2026, Harga Ekonomi Turun

Salah satu wisatawan mencoba menjawab dengan nada sopan.

“Seng ngajak kulo ndek wau bu, pripun (Yang mengajak saya tadi bu, bagaimana),” ujarnya, tampak kebingungan menghadapi situasi tersebut.

Tak lama, pedagang lain ikut mendatangi rombongan wisatawan dan menegaskan bahwa membeli dari penjual keliling tidak diperbolehkan.

“Nyuwun sewu sedoyo, niki sampun peraturan sedoyo toh, mboten angsal panjenenganipun niku ngider keliling, magrok mboten angsal (Mohon maaf semua, ini sudah jadi kesepakatan bersama, tidak boleh membeli dari pedagang keliling atau yang mangkal sembarangan),” tegasnya.

Wisatawan pun mencoba menjelaskan bahwa mereka tidak tahu, karena pedagang keliling itu datang dan langsung menawarkan makanan.

Meski sempat tegang, suasana akhirnya sedikit mereda setelah pedagang menetap tersebut menyarankan agar penjual keliling tidak lagi melayani di area tersebut demi keadilan bagi semua pedagang.

Menanggapi kejadian itu, Kepala Bidang Pariwisata Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Magetan, Eka Raditya, membenarkan adanya insiden tersebut saat dikonfirmasi pada Minggu (3/8/2025).

“Di Telaga Sarangan, masyarakat dan pelaku usaha memang sangat tergantung pada sektor pariwisata. Di sana ada wisatawan, permukiman, dan pedagang yang berbaur jadi satu,” kata Eka.

Ia menyebut, saat ini ada sekitar 4.000 pelaku usaha yang mencari nafkah di kawasan Telaga Sarangan, mulai dari pedagang tetap, pedagang keliling, hingga penyedia jasa wisata seperti kuda dan perahu.

“Peraturan di sana kebanyakan tidak diatur secara formal melalui undang-undang, tapi lebih pada kesepakatan antar paguyuban dan masyarakat bersama pemerintah,” jelasnya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved