Temuan Benda Purbakala di Kediri
Setelah Menabrak Arca Catur Muka di Gurah Kediri, Operator Traktor Langsung Sakit 3 Hari
Di balik temuan arac catur muka di Gurah Kediri, ada operator traktor yang langsung 3 hari sakit setelah menabrak arca
Penulis: Isya Anshori | Editor: eben haezer
Menurut Tarmuji, penemuan ini bukan kebetulan. Dia meyakini bahwa arca tersebut memang sudah waktunya muncul ke permukaan setelah terkubur selama bertahun-tahun. Apalagi lokasi ini tak jauh dari Situs Tondowongso yang sudah lebih dulu dikenal sebagai kawasan bersejarah.
"Memang dari dulu dibajak sawah ini tidak terjadi apa-apa. Mungkin sudah saatnya muncul. Saya juga memberi kembang telon," ucapnya.
"Semoga Allah memberi kesehatan lingkungan dan semua orang yang ada di sini," ungkapnya.
Terpisah, Plt Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kediri, Mustika Prayitno Adi membenarkan temuan tersebut. Pihaknya telah melaporkan ke Bupati Kediri dan segera mengirim surat kepada Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah XI Mojokerto untuk identifikasi lebih lanjut.
"Untuk sementara arca diamankan di Balai Desa Gayam agar tidak rusak dan tetap terjaga keasliannya," jelas Mustika.
Sementara itu, Eko Priyatno, Kepala Bidang Museum dan Purbakala Disbudpar Kabupaten Kediri menjelaskan, dari ciri-ciri awal, arca tersebut diperkirakan merupakan arca Brahma atau Siwa Catur Muka yang berasal dari abad ke-9, mengingat kemiripannya dengan temuan arca sebelumnya di kawasan yang sama.
Penemuan ini kembali menguatkan status Dusun Tondowongso sebagai salah satu kawasan cagar budaya yang menyimpan banyak peninggalan sejarah tersembunyi.
"Untuk lebih jelasnya akan dilakukan penelitian lebih lanjut," ungkapnya.
(Isya Anshori/TribunMataraman.com)
editor: eben haezer
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/mataraman/foto/bank/originals/lokasi-temuan-arca-di-kabupaten-kediri-gurah.jpg)