Sabtu, 11 April 2026

Temuan Benda Purbakala di Kediri

Disparbud Libatkan BPK untuk Identifikasi Temuan Arca Catur Muka di Gurah Kediri 

Disparbud Kediri telah melaporkan temuan arca tanpa kepala di dusun Tondowongso, desa Gayam, kecamatan Gurah, ke Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK)

Penulis: Isya Anshori | Editor: eben haezer
tribunmataraman.com/isya anshori
DIAMANKAN - Plt Kepala Disparbud Kabupaten Kediri, Mustika Prayitno Adi saat meninjau temuan benda purbakala arca di Kantor Desa Gayam Kecamatan Gurah, Sabtu (21/6/2025). Disparbud akan segera berkoordinasi dengan Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah XI Mojokerto untuk proses identifikasi lebih lanjut. 

TRIBUNMATARAMAN.COM | KEDIRI - Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Kediri bergerak cepat menindaklanjuti temuan benda purbakala diduga arca di Dusun Tondowongso, Desa Gayam, Kecamatan Gurah, Kabupaten Kediri.

Temuan tersebut viral ke publik pada Jumat (20/6/2025) sore, saat proses pengolahan lahan pertanian bekas tebu oleh seorang operator traktor.

Plt Kepala Disparbud Kabupaten Kediri, Mustika Prayitno Adi menyebut pihaknya telah melaporkan temuan ini kepada Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana. Selanjutnya, Disparbud akan segera berkoordinasi dengan Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah XI Mojokerto untuk proses identifikasi lebih lanjut.

Baca juga: BREAKING NEWS : Arca Tanpa Kepala Ditemukan di Area Persawahan Tebu Desa Tiru Lor Kediri

"Alhamdulillah, ini menjadi penemuan penting. Kami sudah koordinasi dengan Pemdes Gayam agar arca ini sementara diamankan di balai desa sambil menunggu proses identifikasi dari tim BPK," kata Mustika saat ditemui, Sabtu (21/6/2025). 

Mustika juga menegaskan bahwa pihaknya telah menyiapkan surat resmi untuk pelaporan dan tindak lanjut ke BPK Mojokerto. Hal ini diperlukan agar temuan arca bisa diteliti secara arkeologis dan mendapat penanganan sesuai standar pelestarian cagar budaya.

Sementara itu, Kepala Bidang Museum dan Purbakala Disparbud Kabupaten Kediri, Eko Priyatno menjelaskan bahwa berdasarkan pengamatan awal arca yang ditemukan diduga merupakan representasi dewa berkepala empat. Secara struktur, arca tersebut dalam posisi duduk bersila, dengan telapak tangan menghadap ke atas di atas paha kaki.

"Dari visual sementara, bentuknya sangat mirip dengan arca Siwa Catur Muka dan Brahma. Meski kepala arca sebagian rusak, ada indikasi kuat bahwa ini adalah representasi tokoh penting di area Tondowongso," jelas Eko.

Lebih lanjut, Eko menduga bahwa arca tersebut masih satu kawasan dengan Situs Tondowongso yang berada tak jauh dari lokasi temuan. Situs Tondowongso sendiri pernah menjadi sorotan nasional saat ditemukan sejumlah peninggalan penting dari era Kerajaan Kahuripan abad ke-9.

"Bisa jadi masih satu jalur peradaban," imbuhnya.

Untuk diketahui, lokasi temuan sebenarnya berada di Dusun Tondowongso Desa Gayam Kecamatan Gurah, bukan di Desa Tiru Lor sebagaimana sempat beredar dalam informasi awal. Penemuan terjadi di lahan milik warga bernama Samiran.

Menurut keterangan saksi, arca ditemukan saat proses pembajakan tanah dan terlihat saat alat berat mengenai batu besar yang kemudian diketahui sebagai patung kuno.

Kini, arca tersebut telah diamankan oleh petugas JAKALA (Jalur Kajian dan Pelestarian) dari Disparbud dan ditempatkan di Balai Desa Gayam. Proses identifikasi dan pemeliharaan lebih lanjut akan dilakukan setelah tim ahli dari BPK Mojokerto turun langsung ke lokasi dalam waktu dekat.

(Isya Anshori/TribunMataraman.com)

editor: eben haezer

 

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved