Minggu, 7 Juni 2026

Kesehatan

Sejak Januari 2025, Dinkes Kediri Baru Temukan 25 Persen Kasus TBC

Sejak Januari 2025, Dinkes Kabupaten Kediri baru menemukan 25 persen kasus penyakit TBC dari proyeksi.

Tayang:
Penulis: Isya Anshori | Editor: eben haezer
ist
DETEKSI TBC - Bidan Puskesmas dan Kader TBC melakukan pendataan di rumah warga dalam rangka gerebek Tuberkulosis peringati hari TBC Dunia. 

TRIBUNMATARAMAN.COM | KEDIRI - Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri mencatat proyeksi jumlah kasus tuberkulosis (TBC) di wilayahnya mencapai sekitar 3.800 kasus per tahun.

Angka ini berdasarkan estimasi insidensi sebesar 350 kasus per 100.000 penduduk dengan populasi Kabupaten Kediri mencapai sekitar 1,6 juta jiwa.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri, dr. Bambang Triyono Putra, mengatakan bahwa tingginya proyeksi kasus ini menjadi perhatian serius pemerintah daerah.

Upaya penemuan dan penanganan kasus terus digencarkan guna mencegah penyebaran lebih luas di tengah masyarakat.

"Pada tahun 2024 lalu, kami berhasil menemukan sekitar 70 persen dari jumlah kasus yang diproyeksikan. Sementara hingga Mei 2025 ini, capaian penemuan kasus sudah mencapai sekitar 25 persen," kata dr. Bambang saat dikonfirmasi, Jumat (16/5/2025). 

Meski angka penemuan kasus terus meningkat, dia mengakui masih ada kemungkinan besar kasus yang belum terdeteksi. Hal ini membuka potensi penularan yang lebih luas jika tidak ditangani secara optimal.

"Untuk itu, kami terus melakukan edukasi kepada masyarakat serta tracing aktif di berbagai wilayah. Edukasi ini penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap gejala dan penularan TBC," jelasnya.

Tracing atau investigasi kontak dilakukan secara menyeluruh, mulai dari lingkungan tempat tinggal hingga institusi pendidikan dan fasilitas umum. Langkah ini dilakukan dengan menggandeng fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP) maupun tingkat lanjutan (FKRTL).

Bambang menekankan, penanganan TBC tidak hanya menjadi tanggung jawab dokter spesialis paru saja, tetapi juga membutuhkan kolaborasi dari berbagai profesi medis. 

"TBC bisa menyerang siapa saja, dari anak-anak hingga orang dewasa. Maka kami juga libatkan dokter anak, dokter bedah, dan tenaga medis lainnya," tambahnya.

Sementara itu, terkait uji klinis vaksin TBC yang saat ini tengah digelar di beberapa wilayah oleh Kementerian Kesehatan bekerja sama dengan Yayasan Bill Gates, Bambang menegaskan bahwa Kabupaten Kediri belum ditunjuk sebagai lokasi pelaksanaan.

"Kami siap jika sewaktu-waktu ditunjuk, tetapi pelaksanaannya tetap harus menunggu instruksi dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur," pungkasnya.

(Isya Anshori/TribunMataraman.com)

editor: eben haezer 

 

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved