Berita Terbaru Surabaya

Gandeng Anak Muda, Etty Soraya Dorong UMKM Hadirkan Pilihan Merchandise Khas Surabaya yang Beragam

Etty Soraya menggandeng anak muda mahasiswi ITS sebagai desain kreatif, untuk menghadirkan produk merchandise seperti lanyard dan tas.

Penulis: Nur Ika Anisa | Editor: eben haezer
tribunmataraman.com/Nur Ika Anisa
UMKM SURABAYA - Etty Soraya, dosen sekaligus pengusaha kreatif mengenalkan Etnapraya. Produk UMKM berupa tas dan merchandise yang diusung dengan berkaborasi bareng mahasiswa Surabaya dan pengrajin batik. TRIBUNJATIM/NURIKA 

TRIBUNMATARAMAN.COM | SURABAYA - Aktif di industri kreatif mendorong Etty Soraya untuk terjun merintis produk UMKM.

Etty menggandeng anak muda mahasiswi Institut Teknologi Sepuluh November Surabaya sebagai desain kreatif, untuk menghadirkan produk merchandise seperti lanyard dan tas.

Lini Etnapraya hadir dengan beragam series aksesoris motif Surabaya dengan sentuhan desain laser dan grafis.

“Ketika travelling dari satu tempat ke tempat lainnya, apasih oleh-oleh yang bisa dibawa, nah saya berpikir merchandise sesuatu yang memorable,” katanya, Kamis (8/5/2025).

Beberapa item berlapis batik, hasil kerjasama dengan UMKM Surabaya dan Disabilitas Wistara.

Dalam mengembangkan produk kreatif, Dia juga mencoba berbagai aksen seperti tenun dan kanvas.

“Ada lima series yang satu tahun ini kami keluarkan. Memang kedepan lebih banyak motif ikon Kota Surabaya, untuk pilihan oleh-oleh selain makanan,” kata Etty.

Mendalami industri UMKM bukan tanpa tantangan. Dosen di salah satu kampus Surabaya ini menekankan inovasi dan kolaborasi.

Baca juga: Novita Hardini Gandeng Ajik Pemilik Krisna Bali, Kembangkan UMKM dan Wisata Kabupaten Trenggalek

Berinovasi dan terus mengembangkan produk merupakan langkah penting untuk memperkuat keberlangsungan usaha.

“Kenapa kita gandeng anak muda juga, karena saya ingin mewadahi mereka dari ilmu-ilmu yang didapatkan di kuliah untuk mengembangkan produk industri kreatif," katanya.

"Kemampuan saya yang yang belum bisa sendiri, ya kenapa tidak untuk kolaborasi,” imbuhnya.

Etty sadar hadir di tengah persaingan pasar yang semakin ketat, dia harus pintar melihat tren yang sedang berkembang dan mengusai digitalisasi maupun market place.

Tidak mau kalah dengan tren tas kekinian maupun produk import, Etty meyakini, produk lokal pun tak kalah di tengah persaingan saat ini.

“Memang saat ini pasar kompetitif, perang harga, belum lagi banyak produk dari negara-negara lain yang dijual murah, tapi konsen kami pada produk lokal dengan karakter dan pilihan harga premium juga terjangkau,” katanya.

Baca juga: Hari Ini Wali Kota se-Indonesia Ikuti Karnaval Budaya di Surabaya dalam Rangkaian Munas Apeksi 2025

Praktisi public relation ini juga menyebut, tak ada kata terlambat dalam memulai.

Halaman
12
Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved