Jumat, 5 Juni 2026

Berita Terbaru Kabupaten Kediri

Wamen Dikdasmen Minta Berbagai Pihak Berkolaborasi Membangun Layanan Pendidikan dan Kesehatan

Wamen Dikdasmen, Fajar Riza Ul Haq meninta semua pihak berkolaborasi menghadirkan layanan pendidikan dan kesehatan yang berkualitas

Tayang:
Penulis: Isya Anshori | Editor: eben haezer
tribunmataraman.com/isya anshori
AI UNTUK SISWA SD -  Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamen Dikdasmen) RI, Fajar Riza Ul Haq, saat menghadiri Tabligh Akbar dan Halal Bihalal yang digelar Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Kediri di Convention Hall Simpang Lima Gumul, Minggu (27/4/2025). Mulai tahun ajaran 2025/2026, siswa sekolah dasar (SD) akan mulai menerima pelajaran tentang kecerdasan buatan (AI) dan coding.  

TRIBUNMATARAMAN.COM | KEDIRI - Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen), Fajar Riza Ul Haq menekankan pentingnya kolaborasi berbagai pihak dalam membangun layanan pendidikan dan kesehatan yang bermanfaat luas bagi masyarakat.

Hal itu disampaikan saat menghadiri acara tabligh akbar dan Halalbihalal Keluarga besar Muhammadiyah Kabupaten Kediri di Convention Hall Simpang Lima Gumul, Minggu (27/4/2025).

Menurut Fajar, dakwah Muhammadiyah yang menghadirkan rumah sakit dan lembaga pendidikan adalah contoh nyata kontribusi agama untuk kemaslahatan umum. 

Baca juga: Siswa Kelas 4 SD Akan Diajari AI dan Coding Mulai Tahun Ajaran 2025

"Agama tidak hanya berbicara soal halal dan haram. Di Muhammadiyah, agama juga didefinisikan sebagai petunjuk untuk membawa manfaat bagi umat, baik di dunia maupun di akhirat," katanya.

Fajar menjelaskan, ajaran agama tidak hanya bisa dipahami secara tersurat dalam ayat-ayat Al-Qur'an, tetapi juga melalui nilai-nilai yang tersirat.

Oleh karena itu, keberagamaan tidak boleh hanya dilihat dalam bingkai hitam-putih, melainkan harus membawa kegembiraan, kedamaian, dan manfaat bagi sesama.

Dalam suasana penuh kehangatan, Fajar juga mengapresiasi tradisi silaturahmi yang dijalankan oleh ibu-ibu Aisyiyah. 

"Silaturahmi ini bukan hanya mempererat hubungan sosial, tetapi juga bagian dari upaya kita menunaikan sunnah Nabi Muhammad SAW untuk menjaga hubungan antar sesama," ucapnya.

Fajar menambahkan, pendidikan generasi muda tidak hanya menjadi tanggung jawab sekolah, tetapi juga keluarga dan masyarakat. Konsep ini, lanjut Fajar, dikenal sebagai Tri Pusat Pendidikan yang meliputi keluarga, sekolah, dan masyarakat. 

"Ketika ketiganya bersinergi, maka akan lahir generasi bangsa yang beriman, tangguh, dan berkepribadian luhur," tegasnya.

Fajar mengingatkan, orang tua tidak boleh merasa lepas tanggung jawab setelah menyerahkan anak ke sekolah. Justru keterlibatan aktif orang tua dan masyarakat menjadi penentu utama dalam membentuk karakter dan kualitas anak bangsa.

"Saya senang bisa bertemu dengan ibu-ibu hari ini. Karena ibu-ibu adalah rahim peradaban. Ada pepatah Arab yang mengatakan bahwa ibu adalah madrasah pertama bagi anak-anaknya," ungkap Fajar.

Dia menegaskan, membangun bangsa berarti membangun pendidikan sejak dari rumah. 

"Maka, tugas ini harus didukung bukan hanya oleh ibu-ibu, tetapi juga para bapak. Hanya dengan kolaborasi kuat kita bisa melahirkan generasi masa depan yang unggul," tutup Fajar.

Sementara itu, Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Kediri, Ikhwan Nurhadi, dalam sambutannya menegaskan bahwa sejak awal Muhammadiyah selalu bersinergi dengan pemerintah di berbagai tingkatan, mulai pusat hingga desa.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved