Kuliner di Kota Malang
Sudah ada Sejak 1925, Warung Lama H Ridwan Tetap Jadi Favorit Saat Berkuliner di Malang
Warung Lama H Ridwan, sudah berdiri sejak 1925 terletak di dalam Pasar Besar Lantai Dasar No 15-16 Kota Malang.
Penulis: Ipunk Purwanto | Editor: eben haezer
TRIBUNMATARAMAN.COM | MALANG - Kota Malang memang surganya kuliner sejak dari dulu. Tak heran jika kota ini jadi jujugan favorit untuk berburu kuliner.
Salah satu yang menjadi jujugan untuk berburu kuliner di Kota Malang, yakni Warung Lama H Ridwan.
Letaknya berbeda dari warung-warung biasanya yang berada di pinggir jalan, Warung Lama H Ridwan berada di dalam Pasar Besar Lantai Dasar No 15-16 Kota Malang.
Warung tersebut sudah berdiri bahkan sebelum Pasar Besar Kota Malang didirikan, yakni pada tahun 1925.
Pemilik awal H Ridwan menurunkan resep turun menurunnya kepada generasi selanjutnya, saat ini dikelola oleh generasi ketiga yakni cucunya, H Yusuf Bakhtiar (74).
Disini tersedia berbagai menu makanan masakan sederhana khas Malang seperti dari Rawon, Soto, Gule, dan berbagai menu-menu khas Malang.
Selain menu tersebut, juga terdapat menu andalan yakni sate komoh.
Sate komoh bikinan keluarga H Ridwan itu terasa empuk, sarat bumbu dan manis, serta ada sate usus sapi yang bisa dibakar membuat gurih di mulut.
Dari pantauan Tribun Jatim Network, warung tersebut selalu ramai pengunjung silih berganti, mulai dari orangtua hingga para pemuda.
Baca juga: Mengenal Kuliner Unik Pentol Seafood dan Kuah Pedas, Bakso Djenggot di Pasar Besar Kota Malang.
“Yang bangun pertama ya kakek saya, H Ridwan. Beliau memang bakatnya bisnis ini, dan istrinya (nenek) juga bakat masak. Jadi saat Pasar Besar dibangun warung ini sudah ada,” terang pengelola Warung Lama H Ridwan, yakni H Yusuf Bakhtiar, Selasa (15/4/2025).
Abah Yusuf sapaan akrab H Yusuf Bakhtiar, mengatakan jika harga menu makanan di warungnya mulai Rp 12 ribuan hingga Rp 30 ribuan.
"Mulai Rp 12 ribuan hingga Rp 30 ribuan tergantung lauknya yang dimakan," katanya.
Selain menu makanan, juga terdapat berbagai minuman seperti Es Cao, Es Campur, Es Soda Gembira hingga berbagai jus buah.
Selain warga Malang, Warung Lama yang masih mempertahankan ejaan lama di posternya yakni Waroeng Lama itu juga banyak dikunjungi warga luar kota.
"Banyak yang kesini nostalgia, membawa keluarga, kemarin pas mudik lebaran ada yang dari Jakarta kangen makan disini," jelas Abah Yusuf.
Baca juga: Produksi Pabrik Tahu di Kota Blitar Menurun Dampak Harga Kedelai Naik
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/mataraman/foto/bank/originals/Warung-Lama-H-Ridwan.jpg)