Senin, 8 Juni 2026

Berita Pacitan

Hari Kedua Pencarian, Pemancing Hilang di Pantai Ngambur Belum Ditemukan

Suraji, pemancing yang diduga tersapu ombak di kawasan Pantai Ngambur Pacitan masih belum berhasil ditemukan.

Tayang:
Editor: eben haezer
Basarnas Trenggalek
PENCARIAN KORBAN LAKA LAUT - Tim gabungan melakukan pencarian terhadap Suraji, pemancing yang diduga tersapu ombak di kawasan Pantai Ngambur, Desa Plumbungan, Kecamatan Kebonagung, Kabupaten Pacitan, Jatim, Senin (14/4/2025). Dua hari hilang, Suraji, pemancing yang diduga tersapu ombak di kawasan Pantai Ngambur, Desa Plumbungan, Kecamatan Kebonagung, Kabupaten Pacitan, Jatim belum ditemukan. 

TRIBUNMATARAMAN.COM | PACITAN - Dua hari setelah dilaporkan hilang, Suraji, pemancing yang diduga tersapu ombak di kawasan Pantai Ngambur,Desa Plumbungan, Kecamatan Kebonagung, Kabupaten Pacitan, masih belum berhasil ditemukan.

Kejadian nahas tersebut bermula saat Suraji memancing bersama dua rekannya pada Sabtu malam (12/4/2025). Ketika kedua rekannya memanggil, Suraji tidak merespons. Diduga, ia terseret ombak saat berada di tepi karang dan akhirnya hilang tersapu arus laut.

“Dua hari ini, hasil evakuasi pemancing atas nama Suraji yang mengalami laka laut masih belum ditemukan,” ungkap anggota Tim Basarnas Trenggalek, Fitra A Chasanda, Senin (14/4/2025).

Ia mengungkapkan bahwa pada hari kedua pencarian, diterjunkan 35 sampai 40 personel yang terdiri dari Basarnas, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pacitan, TNI AL, Polraiud Polda Jatim, Polres Pacitan, Kodim Pacitan dan juga warga sekitar.

Baca juga: Dua Mobil Milik Korban Longsor Maut di Cangar-Pacet Dikembalikan ke Keluarga Korban

“Kami bagi tiga tim. Dua tim di laut, sedangkan satu tim lainnya menyisir di darat,” kata Fitra ketika dikonfirmasi Tribunjatim.com.

Dia menjelaskan pada hari ke-dua ini, terdapat dua perahu karet yang diberangkatkan. Namun hingga pukul 12.00 wib, pencarian Suraji hasilnya masih nihil.

“dua perahu karet itu dari Basarnas dan perahu karet, Polda Jatim, terus kemudian yang ke-3 kita fokuskan ke penyisiran darat,” tambahnya.

Fitra mengaku bahwa pencarian ini sudah dilakukan sesuai prosedur selama 7 hari.

Jika sampai sepekan, korban masih belum ditemukan, maka biasanya operasi sar akan dihentikan.

Namun, operasi dapat dibuka kapan saja apabila terdapat tanda-tanda keberadaan korban.

“Misalnya, setelah 7 hari kita tutup nanti ada laporan ditemukan atau ada yang lihat di mana, operasi bisa kami buka,” pungkasnya.


(Kusuma Mita/tribunmataraman.com)


editor: Eka Silviana (int)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved