Jumat, 5 Juni 2026

Pil Pahit Efisiensi Anggaran

LIPSUS - Pelaku EO di Trenggalek Khawatirkan Dampak Kebijakan Efisiensi Anggaran

Seorang pelaku EO di Kabupaten Trenggalek, Anjar Laksono mengaku khawatir jika rencana efisiensi anggaran benar-benar dilaksanakan.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Sofyan Arif Chandra | Editor: eben haezer
tribunmataraman.com/sofyan arif candra
TURONGGO YAKSO - Ribuan Penari Turonggo Yakso Pecahkan Rekor Museum Rekor Indonesia (MURI) di Lapangan Kecamatan Dongko, Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, Minggu (7/7/2024). Pelaku usaha event organizer di Trenggalek kini dibuat khawatir oleh kebijakan efisiensi anggaran 

TRIBUNMATARAMAN.COM |  TRENGGALEK - Kebijakan efisien anggaran oleh pemerintah mendapatkan respon dari berbagai kalangan termasuk pelaku event organizer (EO).

Seorang pelaku EO di Kabupaten Trenggalek, Anjar Laksono mengaku khawatir jika rencana tersebut benar-benar dilaksanakan.

"Saat ini belum terasa karena biasanya event yang dari pemerintah mulai berjalan sekitar pertengahan tahun, namun calon klien sudah mewanti-wanti adanya efisiensi anggaran itu," kata Anjar, Jumat (14/2/2025).

Baca juga: Imbas Efisiensi Anggaran, Tiga Paket Perbaikan Jalan di Trenggalek Dihapus 

Hal tersebut disampaikan sejumlah calon klien di instansi pemerintahan saat Anjar mulai melakukan pendekatan di awal tahun 2025.

"Ya sudah ada obrolan mewanti-wanti tapi belum tahu anggaran apa yang akan dipangkas atau bahkan hilang," lanjut pemilik CVP Production Trenggalek tersebut.

Anjar menyebutkan anggaran even di Kabupaten Trenggalek sebenarnya sudah relatif kecil dibandingkan kabupaten/kota lain. 

Hal tersebut bisa dilihat dari pelaksanaan sejumlah event yang menggunakan dekorasi dari event yang dilaksanakan sebelumnya.

"Biasanya bentuknya (dekorasi) sama, tapi gambar atau tulisan di dalam dekorasi itu yang berbeda. Kita harus melakukan itu untuk menghemat biaya produksi karena anggarannya juga minim," jelas Anjar.

Hal tersebut berbeda ketika ia beberapa kali mendapatkan event di luar kota yang anggarannya cukup besar. Biasanya dekorasi tersebut hanya sekali pakai untuk event itu saja.

"Kalau yang sudah irit itu masih dipangkas untuk efisiensi ya akan lebih sulit lagi untuk mengelolanya," tambahnya.

Jumlah event di Kabupaten Trenggalek sendiri juga tidak banyak. Dalam satu tahun, ia hanya mendapatkan 13 paket event dari pemerintah. Padahal jumlah pelaku EO lokal Trenggalek tidak lebih dari 8 EO.

Anjar berharap rencana efisiensi tersebut ditarik dan batal dilaksanakan mengingat banyak yang akan terdampak termasuk dunia Event Organizer.

"Saat ini di Trenggalek, jumlah event sudah mulai banyak lagi, sama seperti sebelum Covid-19. Tapi kalau ada efisiensi, yang ditakutkan akan berkurang seperti masa pandemi dulu," ujarnya.

Anjar sendiri sudah menyiapkan sejumlah rencana agar bisa bertahan di dunia EO, jika rencana efisiensi tersebut benar-benar dilaksanakan.

Salah satunya adalah dengan merambah usaha lain dengan peralatan yang tidak jauh dari dunia EO, salah satunya vendor wedding organizer atau pernikahan.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved