Chikungunya di Kota Kediri
Kasus Chikungunya di Kota Kediri Meningkat, Dinkes Intensifkan Fogging dan Edukasi Warga
Jumlah kasus penyakit chikungunya di Kota Kediri dilaporkan meningkat. Dinkes kota Kediri intensifkan fogging atau pengasapan
Penulis: Luthfi Husnika | Editor: eben haezer
TRIBUNMATARAMAN.COM | KEDIRI - Jumlah kasus penyakit chikungunya di Kota Kediri dilaporkan meningkat.
Setelah sebelumnya ditemukan belasan kasus di Kelurahan Blabak, Kecamatan Pesantren, kasus serupa kini juga dilaporkan di Kelurahan Bawang, Kecamatan Pesantren.
Untuk mencegah penyebaran lebih lanjut, telah dilakukan fogging di wilayah terdampak, termasuk kedua kelurahan tersebut.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Kediri, dr. Muhammad Fajri, menyampaikan bahwa meski chikungunya tidak menimbulkan risiko fatal seperti kematian, gejalanya cukup mengganggu aktivitas sehari-hari.
"Gejala yang sering muncul meliputi nyeri persendian, demam, hingga pembengkakan. Beberapa warga bahkan mengeluhkan kesulitan bergerak," kata dr. Fajri, Kamis (9/1/2025).
Menurut dr. Fajri, infeksi virus chikungunya biasanya akan mereda dalam 10-14 hari. Namun, ia tetap mengimbau masyarakat untuk waspada dan segera melaporkan jika mengalami gejala ke fasilitas kesehatan terdekat.
"Meskipun tidak berbahaya, pengobatan dini penting untuk meringankan gejala dan mencegah komplikasi lainnya," tambahnya.
Sebagai langkah pencegahan, Dinas Kesehatan telah menyalurkan obat pembasmi jentik nyamuk melalui Puskesmas yang tersebar di seluruh wilayah Kota Kediri.
Obat tersebut nantinya akan dibagikan oleh kader kesehatan kepada warga. Langkah ini diharapkan dapat memutus siklus hidup nyamuk Aedes Aegypti, yang menjadi vektor penyebaran chikungunya.
Selain itu, dr. Fajri juga menekankan pentingnya peran aktif masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan. "Saat musim hujan seperti sekarang, genangan air sering menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk. Kami berharap masyarakat rutin membersihkan tempat-tempat yang berpotensi menjadi sarang nyamuk," jelasnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjalankan 3M Plus, yaitu menguras, menutup, dan mendaur ulang barang-barang yang bisa menampung air.
"Langkah sederhana ini bisa sangat efektif untuk mencegah penyebaran chikungunya maupun penyakit yang disebabkan oleh nyamuk lainnya," papar dr. Fajri.
Dinas Kesehatan juga terus melakukan edukasi kepada masyarakat melalui berbagai media dan sosialisasi langsung.
"Kami mengupayakan agar masyarakat benar-benar memahami langkah pencegahan dan mengenali gejala chikungunya. Edukasi ini kami lakukan secara berkelanjutan," tuturnya.
Sementara itu, fogging atau pengasapan telah dilakukan secara intensif di beberapa titik yang menjadi pusat penyebaran. Langkah ini dilakukan untuk mematikan nyamuk dewasa yang sudah berkembang di daerah tersebut.
"Meski fogging penting, pencegahan berbasis lingkungan tetap yang utama. Jika masyarakat dapat bekerja sama menjaga kebersihan, risiko penyebaran penyakit akan jauh berkurang," ujar dr. Fajri.
(Luthfi Husnika/TribunMataraman.com)
editor: eben haezer
Chikungunya di Kota Kediri
tribunmataraman.com
Kota Kediri
fogging
Dinkes Kota Kediri
Kecamatan Pesantren
Kelurahan Blabak
obat Chikungunya
UPDATE TERKINI Kantor Pemkab dan DPRD Kabupaten Kediri Dijarah Massa Sebelum Dibakar |
![]() |
---|
BERIKUT Lima Instansi di Kota dan Kabupaten Kediri Dijarah dan Dirusak Massa |
![]() |
---|
Kondisi Terkini Kantor Samsat Katang Ngasem Kediri Dijarah, Situasi Belum Kondusif |
![]() |
---|
BERIKUT Rangkaian Foto Terbakarnya Gedung DPRD Kota Kediri Usai Aksi Massa |
![]() |
---|
UPDATE Kondisi di Katang Ngasem Kabupaten Kediri Mencekam, Massa Merangsek ke Dalam Gedung Pemkab |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.