Penganiayaan Balita di Jombang
Balita di Jombang Tewas Dianiaya, Pelaku Juga Masukkan Racun Tikus ke Botol Susu Korban
Balita di Jombang tewas dianiaya dan diracun. Pelaku tega memasukkan racun tikus ke botol susu yang dipakai korban.
TRIBUNMATARAMAN.COM | JOMBANG - Seorang balita 3,5 tahun di kecamatan Mojoagung, kabupaten Jombang, tewas dianiaya. Penganiayaan terjadi di Desa Palrejo, Kecamatan Sumobito, Jombang pada hari Rabu (11/12/2024).
Polisi menduga pembunuhan ini masuk kategori pembunuhan berencana. Sebab, selain menganiaya korban, dua tersangka, yakni pacar ibu korban dan keponakan ibu korban, juga memasukkan racun tikus ke botol susu korban
Hal tersebut diungkapkan oleh Kasat Reskrim Polres Jombang, AKP Margono Suhendra saat konferensi pers di Mapolres Jombang pada Jumat (13/12/2024).
"Pelaku utama atas nama JP ini memiliki hubungan dengan ibu korban. Hasil autopsi juga menjelaskan bahwa ada luka lebam dan juga diindikasikan ada racun yang ada di dalam tubuh korban. Sehingga ada pemeriksaan lanjutan terkait organ dalam korban," ucapnya di hadapan awak media.
AKP Margono Suhendra menjelaskan secara rinci. Saat itu dimulai pada tanggal 27 November, pelaku utama memesan racun tikus melalui media sosial. Kemudian pada tanggal 30 November paket tiba.
Barulah, pada tanggal 6 Desember, pelaku utama bersama AZ (keponakan ibu korban) sudah merencanakan niat jahat dengan menuangkan racun tikus ke dalam botol minuman yang sering digunakan untuk mencampur susu korban.
"Sehingga pada tanggal 6 Desember sampai tanggal 9 Desember itu. Kedua pelaku ini menginap di rumah ibu korban. Dengan kondisi pada saat malam hari itu, pelaku utama yang berinisial JP ini tidur bersama pacarnya, alias ibu korban," ungkapnya.
Sementara pelaku kedua AZ adalah orang yang menuangkan racun itu ke dalam botol tersebut. Parahnya, AZ menuangkan racun tikus ke dalam botol yang biasa digunakan untuk menuangkan susu ke korban itu setiap malam.
"Mulai dari Jumat, Sabtu, Minggu, Senin. Setiap malam itu dituangkan," katanya.
Hingga pada hari Senin, karena racun tikus bertekstur cair sudah habis, pada hari Selasa pelaku membeli lagi racun tikus yang bertekstur bubuk, yang juga dituangkan dalam susu maupun gelas yang sering digunakan untuk diminum oleh korban.
Lalu pada saat hari Rabu (11/12/2024) malam, pelaku JP mengajak korban ke rumah pelaku. Disanalah ada indikasi kekerasan, alasannya karena korban rewel.
"Tidak lama kemudian, korban kemudian kejang. Pelaku pun menghubungi ibunya. Lalu ibunya pun datang dan langsung dibawa ke rumah sakit," bebernya.
Dari hasil autopsi, penyebab korban meninggal karena terdapat kekerasan benda tumpul di kepala. Dan juga diindikasikan mengalami keracunan.
"Hasil lab masih kami proses kami akan menyampaikan apabila hasil lab itu sudah keluar," katanya.
Lebih lanjut, Kasat Reskrim menjelaskan, AZ, keponakan korban punya rasa dendam karena ibu korban dianggap sering mengeluarkan bahasa yang membuat AZ sakit hati.
Jadwal Baru Lengkap Premier League 2025 30-31 Agus 2025 di SCTV, Moji dan Vidio Liverpool, MU, MCity |
![]() |
---|
Korban Meninggal Akibat Campak di Sumenep Bertambah Menjadi 20, Menkes Tinjau Vaksinasi |
![]() |
---|
Dinas Kesehatan Menyebut 36 Anak di Jember Positif Terpapar Campak |
![]() |
---|
Persik Kediri Rekrut Rendy Sanjaya, Tambah Kekuatan di Sektor Pemain Muda |
![]() |
---|
Prediksi Lengkap Susunan Pemain Dewa United vs Persija Live Indosiar, Ridho Main |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.