Banjir Mojokerto
Warga Terdampak Banjir Tempuran Mojokerto, 3 Hari Tidak Tidur Cemas Air Tak Kunjung Surut
Banjir bandang selama tiga hari menggenangi Desa Tempuran, Mojokerto. Meski aktivitas lumpuh, warga memilih untuk tetap bertahan dirumah.
Diperparah kiriman dari wilayah Jombang, sehingga di Tempuran otomatis naik," bebernya.
Kalaksa Yo'i Afrida, bersama pejabat Pemprov Jatim meninjau langsung kondisi banjir terkini di Tempuran malam ini dan mendapati kenaikan debit sungai, sehingga banjir belum surut.
"Ketinggian air (Banjir) di rumah warga sekitar 50-70 sentimeter. Petugas kita siagakan di lokasi, antisipasi kenaikan debit sungai Afvour Watudakon maupun Afvour Jombok di Desa Tempuran," ujar
Menurut dia, Pemda telah menyiapkan lokasi istirahat untuk warga setempat yang hendak mengungsi dari rumahnya.
"Kita sudah siapkan posko kesehatan, dan posko pengungsian di sejumlah titik, masjid, tenda BPBD sudah kita siapkan di Dusun Bekucuk. Pengungsian di sejumlah tempat, seperti balai desa Ngingasrembyong. Tapi mayoritas warga mengungsi di rumah famili maupun tetangga yang rumahnya tidak terdampak banjir," pungkasnya.
(mohammad romadoni/tribunmataraman.com)
editor : adzra bilah s
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.