Berita Terbaru Kabupaten Kediri

Jumlah Kasus Gondongan di Kabupaten Kediri Melonjak, Warga Diminta Tingkatkan Kewaspadaan

Warga kabupaten Kediri diimbau meningkatkan kewaspadaan karena jumlah kasus gondongan mengalami lonjakan signifikan

Penulis: Isya Anshori | Editor: eben haezer
ist/kompas.com
ilustrasi penyakit gondongan 

TRIBUNMATARAMAN.COM |  KEDIRI - Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri melaporkan adanya lonjakan jumlah kasus penyakit gondongan di wilayahnya sepanjang tahun 2024.

Berdasarkan data terbaru, jumlah kasus terus bertambah, dengan lonjakan tertinggi terjadi pada Agustus dan September.

Meskipun pada Oktober sedikit menurun, angka kasus tetap tinggi dibandingkan awal tahun.

Baca juga: Kasus Gondongan di Blitar Meningkat, Mayoritas Menyerang Anak-anak

Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kabupaten Kediri, dr. Bambang Triyono Putro menuturkan jumlah kasus gondongan mencapai 14 kasus pada Januari dan perlahan meningkat setiap bulannya.

Pada Mei 2024, kasus tercatat sebanyak 47. Lalu melonjak tajam hingga mencapai 119 kasus pada September. Sementara itu, pada Oktober, kasus gondongan tercatat sebanyak 69. 

"Penyakit ini muncul setiap tahun biasanya pada saat pergantian cuaca," katanya, Jumat (8/11/2024). 

Meskipun terjadi penurunan, Dinas Kesehatan tetap mengimbau masyarakat untuk waspada.

Bambang menambahkan, penyakit gondongan disebabkan oleh infeksi virus, sering kali merebak saat pergantian musim ketika daya tahan tubuh menurun.

Gejala utama gondongan adalah pembengkakan di bawah telinga atau sekitar kelenjar ludah, yang dapat disertai dengan demam dan nyeri. 

"Gejala seperti ini membutuhkan waktu sekitar 4 hingga 7 hari untuk pulih, tergantung pada daya tahan tubuh pasien," ungkapnya. 

Untuk mencegah penyebaran, Dinas Kesehatan menganjurkan pasien gondongan menjalani isolasi mandiri di rumah. Hal ini bertujuan agar penyakit yang menular melalui droplet atau kontak langsung tidak menyebar ke anggota keluarga lain atau teman sekolah, terutama anak-anak yang lebih rentan. 

"Murid yang sedang sakit sebaiknya tidak masuk sekolah sampai sembuh, untuk mencegah penularan di sekolah," jelasnya.

Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri juga menggencarkan sosialisasi kesehatan melalui Puskesmas dan bekerja sama dengan sektor terkait untuk meningkatkan kesadaran masyarakat.

Surat edaran juga telah disampaikan ke instansi pendidikan dan lembaga terkait agar melakukan langkah-langkah pencegahan di sekolah-sekolah dan tempat umum lainnya.

"Jadi kita surati ke Disdik dan Kemenag agar murid yang terjangkit bisa izin libur dulu. Rata-rata memang anak usia sekolah dasar," bebernya. 

Halaman
12
Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved