Berita Terbaru Kabupaten Kediri
Pemkab Kediri Dorong Budidaya Lele dan Pengembangan Produk Olahan untuk Tingkatkan Ketahanan Pangan
Pemkab Kediri mendorong pembudidaya lele berinovasi mengolah lele menjadi produk unggulan khas Kabupaten Kediri
Penulis: Isya Anshori | Editor: eben haezer
TRIBUNMATARAMAN.COM | KEDIRI - Pemerintah Kabupaten Kediri menilai budidaya ikan lele di Kabupaten Kediri memiliki potensi besar untuk dikembangkan.
Karena itu, Penjabat Sementara (Pjs) Bupati Kediri, Heru Wahono Santoso mendorong agar para pembudidaya tidak hanya menjual lele dalam bentuk segar, tetapi juga berinovasi mengolah lele menjadi produk-produk unggulan khas Kabupaten Kediri.
Hal tersebut disampaikan Heri usai meninjau dua sentra budidaya lele terbesar di Kabupaten Kediri, yakni Kusuma Karya Catfish dan Republik Lele, yang keduanya berada di Kecamatan Pare.
Dalam kunjungan tersebut, Heru melihat langsung bagaimana proses budidaya lele dilakukan dan menyatakan apresiasi atas keberhasilan pengusaha lokal dalam mengembangkan sektor ini.
"Kami, pemerintah kabupaten, tentu sangat mendukung dan bangga dengan adanya pengusaha lokal yang berhasil mengembangkan budidaya ikan lele," kata Heru, Kamis (7/11/2024).
Di Kusuma Karya Catfish, Desa Pelem, Kecamatan Pare, Jajak, salah satu karyawan di bidang pembenihan, menyebutkan bahwa ada lebih dari seribu kolam bioflok untuk pembesaran ikan lele, serta 72 kolam untuk pembibitan.
Dengan kapasitas besar ini, Kusuma Karya Catfish mampu memproduksi sekitar 5 ton lele per hari, yang diangkut dalam lima truk setiap hari.
"Untuk ukuran lele besar, rata-rata panen mencapai 5 ton per hari," jelas Jajak.
Produksi serupa juga berlangsung di Republik Lele, Desa Tulungrejo, Kecamatan Pare.
Presiden Republik Lele, Muhammad Yusron mengungkapkan bahwa tempatnya memproduksi 3,5 hingga 4 juta benih lele per bulan, dengan hasil panen hingga 10 ton lele per hari. Sebagian besar hasil budidaya ini dipasarkan ke luar daerah, termasuk Surabaya, Lamongan, dan sejumlah kota di Jawa Tengah.
"Pemasaran kita 80 persen ke Surabaya, 10 persen ke Lamongan, dan 10 persen ke beberapa kota di Jawa Tengah," ujar Yusron.
Sebagaimana diketahui, di Kabupaten Kediri selama ini para pelaku UMKM telah berhasil membuat terobosan melalui olahan ikan lele, seperti sate lele, keripik lele, nugget lele, dan abon lele.
Kreasi olahan lele ini tak hanya meningkatkan nilai tambah bagi produk lokal, tetapi juga mendorong peningkatan ekonomi masyarakat di sekitar.
"Olahan lele ini akan memberikan nilai ekonomi lebih tinggi, dan pada akhirnya dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat, tidak hanya bagi pelaku usahanya tetapi juga lingkungan sekitarnya," jelas Heru.
Heru menyatakan bahwa inisiatif Pemkab Kediri dan pelaku UMKM dalam memaksimalkan potensi ikan lele juga sejalan dengan program pemerintah pusat untuk menurunkan angka stunting.
berita terbaru kabupaten Kediri
budidaya lele
Pemkab Kediri
tribunmataraman.com
Republik Lele
kecamatan Pare
Heru Wahono Santoso
Pemkab Kediri Kebut Perbaikan 78 Ruas Jalan, Target 89 Persen Jalan Mulus di 2025 |
![]() |
---|
BPN Kediri Tindak Lanjuti Aksi Warga Puncu, Peta Tanah Akan Dicocokkan Ulang Minggu Depan |
![]() |
---|
Ratusan Warga Puncu Geruduk Kantor BPN Kediri, Tolak Penetapan Lahan Fasos di Lahan Garapan |
![]() |
---|
MPP Kabupaten Kediri Segera Soft Launching, 20 Instansi Mulai Uji Coba Layanan Awal September |
![]() |
---|
Hangatnya Cangkrukan Kapolres Kediri Bersama Puluhan Lansia GUSDURian Pare |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.