Berita Terbaru Kabupaten Tulungagung

Banyak ASN Pemkab Tulungagung yang Pakai Batik Lurik Bhumi Ngrowo Palsu

Tak sedikit ASN Pemkab Tulungagung yang ternyata mengenakan batik khas Tulungagung yang palsu. Perajinnya pun merugi

Penulis: David Yohanes | Editor: eben haezer
tribunmataraman.com/david yohanes
Sejumlah model memperagakan Batik Lurik Bhumi Ngrowo sebagai batik khas Kabupaten Tulungagung. 

Namun menurutnya, jawaban ketiganya mengarah pada pembelaan diri dan bukan pertanggungjawaban.

"Intinya mereka merasa tidak bersalah sudah menjual barang palsu yang sudah ada paten dan hak ciptanya," pungkas Hery.

Sebelumnya Asosiasi Batik dan Wastra menciptakan Batik Lurik Bhumi Ngrowo.

Batik ini kemudian ditetapkan sebagai batik khas Kabupaten Tulungagung, dan menjadi salah satu seragam ASN.

Hak paten batik ini dipegang Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida) dan hak cipta ada pada Nanang Setiawan, anggota Asosiasi Batik dan Wastra Tulungagung.

Ada 19 perajin batik di dalam asosiasi yang berhak membuat Batik Lurik Bhumi Ngrowo.

Asosiasi kemudian menunjuk Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Tulungagung sebagai agen tunggal. 

Namun penjualan di Dekranasda berhenti pada angka kurang dari 4.000.

Hasil penelusuran asosiasi, ada 3 toko kain di Tulungagung yang menjual batik palsu.

Nanang selaku pemegang hak cipta melayangkan somasi meminta pertanggungjawaban ketiga toko ini.

Namun karena jawaban ketiga toko ini tidak memuaskan, Nanang menyiapkan gugatan lewat Pengadilan Niaga.

(David Yohanes/tribunmataraman.com)

editor: eben haezer 
 

Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved