Berita Terbaru Kabupaten Tulungagung
2 Siswa Tewas Karena Kecelakaan, Satlantas Polres Tulungagung Berencana Datangi SMKN Bandung
Polres Tulungagung berencana mendatangi SMKN 1 Bandung setelah dua siswa sekolah tersebut meninggal dunia karena kecelakaan, dua hari berturut-turut
Penulis: David Yohanes | Editor: eben haezer
TRIBUNMATARAMAN.COM | TULUNGAGUNG - Satlantas Polres Tulungagung memberi perhatian pada 2 kecelakaan lalu lintas yang menimpa 2 siswa SMKN Bandung.
Dua siswa meninggal dunia dalam dua hari berturut-turut karena kecelakaan fatal.
Kasat Lantas Polres Tulungagung, AKP Taufik Nabila, mengatakan pihaknya berencana mendatangi sekolah kejuruan di wilayah selatan ini.
"Kami ada police to go school. Kami segerakan agendakan ke sana," ujar Taufik.
Lanjutnya, dalam 2 kecelakaan itu korban tidak mengenakan helm.
Keduanya juga belum mempunyai Surat Izin Mengemudi (SIM).
Dua pelanggaran ini menjadi indikator untuk meningkatkan kesadaran berlalu lintas.
"Orang tua juga perlu diberi pemahaman. Jangan berikan kendaraan bermotor kepada anak-anak yang belum punya SIM," sambung Taufik.
Diakui Taufik, kecenderungan pelanggaran lalu lintas lebih tingi di wilayah pinggiran dibanding wilayah kota, seperti tidak mengenakan helm.
Wilayah selatan menjadi perhatian karena lalu lintasnya tinggi saat jam sekolah maupun sepulang jam sekolah.
Namun saat malam hari, kecenderungan pelanggaran lalu lintas juga banyak ditemukan di wilayah kota.
"Kalau malam, wilayah pinggiran dan wilayah kota sama saja, banyak pelanggaran berlalu lintas. Misalnya di wilayah kota banyak yang tidak mengenakan helm," tegasnya.
Satlantas Polres Tulungagung juga berencana menempatkan mobil tilang online atau INCAR di wilayah pinggiran.
Cara ini untuk memberi terapi kejut pada wilayah dengan tingkat pelanggaran yang tinggi.
Mobil INCAR akan melakukan penilangan secara otomatis pada pelanggaran kasat mata, seperti tidak mengenakan helm.
"Lokasinya akan dirahasiakan. Kami taruh di wilayah pinggiran," ucap Taufik.
Satlantas Polres Tulungagung juga menggandeng dealer kendaraan bermotor untuk memberi pelatihan berkendara.
Pelatihan ini ditujukan kepada para siswa yang akan mengajukan permohonan SIM.
Mereka adalah para siswa SMA/SMK dan sederajat yang sudah berusia 17 tahun.
"Hanya bagi anak-anak SMA, untuk SMP belum menjadi sasaran pelatihan ini," pungkasnya.
Sebelumnya seorang siswi SMKN Bandung, FEVW meninggal dunia karena kecelakaan pada Rabu (30/10/2024).
Kecelakaan terjadi saat korban sepulang dari sekolah, sekitar pukul 15.00 WIB di Jalan Raya Desa Tanggulkundung, Kecamatan Besuki.
FEVW yang mengendarai sepeda motor Honda Vario bertabrakan dengan sebuah truk.
Korban sempat dibawa ke rumah sakit terdekat, namun kemudian meninggal dunia dalam perawatan.
Keesokan harinya, Kamis (31/10/2024) MRAG siswa SMKN Bandung meninggal dunia setelah terlibat kecelakaan lalu lintas di Jalan Raya Desa Sodo, Kecamatan Pakel saat berangkat sekolah.
Korban yang mengendarai Yamaha FIZR lebih dulu menabrak bagian belakang sepeda motor temannya.
Korban lalu oleng ke kanan dan masuk lajur berlawanan.
Di saat yang sama melaju sebuah mobil Isuzu Panther sehingga terjadi tabrakan.
Korban meninggal dunia di lokasi kejadian.
(David Yohanes/tribunmataraman.com)
editor: eben haezer
Berita terbaru kabupaten Tulungagung
SMKN 1 Bandung Tulungagung
Polres Tulungagung
tribunmataraman.com
Kabupaten Tulungagung
Modus Pinjam, Pemuda Ngunut Tulungagung Membawa Kabur Sepeda Motor Milik Teman Perempuan |
![]() |
---|
Aniaya Teman Kencan saat Nginap di Hotel Tulungagung, Warga Trenggalek Jadi Tersangka |
![]() |
---|
Pemprov Jatim Salurkan 300 Drum Aspal untuk Perbaikan Jalan di Tulungagung |
![]() |
---|
14 Desa di Tulungagung Masih Kosong Jabatan Kepala Desa, APDESI Dorong PAW |
![]() |
---|
Bupati Tulungagung Kukuhkan Perpanjangan Masa Jabatan 4 Kades |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.