Kamis, 23 April 2026

Berita Terbaru Kabupaten Blitar

Atap Bangunan SDN Sumberagung 2 Blitar Rusak Parah Akibat Diterjang Angin Kencang

Atap bangunan SDN Sumberagung 2 Blitar habis diterjang angin kencang pada Kamis(31/10/2024). Simak berita selengkapnya

|
Penulis: Samsul Hadi | Editor: eben haezer
Samsul Hadi/Tribun Mataraman
Kondisi atap bangunan SDN Sumberagung 2 Gandusari, Kabupaten Blitar, yang rusak akibat diterjang angin kencang, Jumat (1/11/2024).  

TRIBUNMATARAMAN.COM I BLITAR - Sejumlah guru dan siswa SDN Sumberagung 2, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Blitar, terlihat sedang membersihkan kelas dan halaman sekolah, Jumat (1/11/2024).

Sebagian bangunan di SDN Sumberagung 2 ikut terdampak dalam peristiwa angin kencang pada Kamis (31/10/2024) sore.

Atap bangunan kantin, dapur, gudang, perpustakaan, dan dua ruang kelas di sekolah itu rusak parah diterjang angin kencang. 

Penjaga SDN Sumberagung 2, Saiful Huda, mengatakan peristiwa hujan lebat disertai angin kencang terjadi mulai pukul 15.00 WIB sampai pukul 16.00 WIB.

Saat terjadi hujan lebat dan angin kencang, Saiful masih berada di sekolah.

"Kemarin hujannya memang lebat juga disertai angin kencang. Saking kencangnya, dinding sampai bergetar dihempas angin kencang," kata Saiful.

Dikatakannya, angin kencang menyapu habis atap bangunan kantin, gudang dan dapur di SDN Sumberagung 2.

Atap bangunan kantin, gudang dan dapur bahkan terbang hingga sejauh 20 meter terbawa angin kencang.

"Saat itu, saya sedang di ruang dapur bersama anak saya. Begitu tahu atap dapur terbang dibawa angin, saya menggendong anak saya keluar untuk mencari tempat aman. Anginnya berlangsung sekitar 30 menit," jelasnya.

Kepala SDN Sumberagung 2, Dini Dewi Mulyono, juga mengatakan atap sejumlah ruangan di sekolah rusak diterjang angin kencang.

Atap sejumlah ruangan yang rusak meliputi ruang gudang, dapur, kantin, perpustakaan, musala, dan dua ruang kelas.

"Kerusakan paling parah ada di ruang kantin, dapur, dan gudang. Atapnya sampai ikut terbawa angin sejauh 20 meter," katanya.

Dikatakannya, atas izin pimpinan sekolah, mereka akan menerapkan pembelajaran daring untuk siswa kelas satu, dua, dan tiga.

Sedangkan, untuk siswa kelas empat, lima, dan enam tetap masuk untuk membantu bersih-bersih di lingkungan sekolah.

"Siswa kelas satu, dua, dan tiga belajar daring untuk mengurangi risiko. Karena anak-anak tersebut terkadang masih sulit dikendalikan," paparnya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved