Minggu, 26 April 2026

BEM Fisip Unair Dibekukan

Presiden BEM Fisip Unair Dapat Teror dan Ancaman Setelah Karangan Bunga Sindir Prabowo Viral

Presiden BEM FISIP Unair Tuffahati Ullayyah mengaku menerima banyak ancaman cyber setelah karangan bunga yang menyindir Prabowo-Gibran menjadi viral. 

Editor: eben haezer
sulvi sofiana
Konferensi Pers Pernyataan Sikap BEM FISIP Unair : Tolak Tegas Pemberangusan Nalar Kritis Mahasiswa dalam Kebebasan Berpendapat di Ruang Akademik di kampus B Unair, Selasa (29/10/2024). 

TRIBUNMATARAMAN.COM |SURABAYA - Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Airlangga (Unair), Tuffahati Ullayyah mengaku menerima banyak ancaman cyber setelah karangan bunga yang menyindir Prabowo-Gibran menjadi viral. 

Dikatakannya, ancaman cyber masih masih diterima fungsionaris BEM FISIP Unair di media sosial.

Meskipun di Whatsapp pribadi itu sudah mulai berkurang, tetapi yang mulai bermunculan lagi adalah melalui email dan juga media sosial lainnya seperti Instagram dan Tik tok yang sifatnya lebih publik. 

Baca juga: Pembekuan BEM FISIP Unair Dicabut, Pengurus BEM Lanjutkan Kajian Politik

"Bentuknya adalah body shaming yang pertama, kemudian narasi setelah kampus akan susah mendapat pekerjaan dan sebetulnya yang paling banyak adalah tentang body shaming. Kemudian menyumpahi yang tidak baik, ke hampir semua pun ada juga ancaman bahwasanya teman-teman ketika ada di jalan akan,dapat ancaman fisik, berbahaya ketika ada di jalan dan sebagainya," katanya dalam Konferensi Pers Pernyataan Sikap BEM FISIP Unair : Tolak Tegas Pemberangusan Nalar Kritis Mahasiswa dalam Kebebasan Berpendapat di Ruang Akademik di kampus B Unair, Selasa (29/10/2024).

Meskipun demikian, Tufa mengaku belum akan mengambil langkah hukum ataupun bantuan dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH).

"Kami berkoordinasi dengan LBH, apabila Kami memang memerlukan bantuan dari LBH, kami akan berhubungan dengan LBH, pun per hari ini kami sudah berkoordinasi dan menjalin komunikasi awal dengan pihak LBH,"ungkapnya.

Iapun masih berusaha untuk menginventarisir apa yang menjadi ancaman dan motifnya, untuk kemudian menjadi wacana baru tentang bagaimana kebebasan berekspresi ini diancam dengan serangan cyber yang motifnya itu sama dan bergeraknya itu secara masif. 

"Tentunya apabila ke depannya akan terjadi lagi pelanggaran kebebasan akademik apalagi di ruang kampus kami berkomitmen untuk mengawal isu tersebut supaya ini tidak menjadi preseden buruk untuk ormawa (organisasi mahasiswa) lainnya yang ada di Unair utamanya terlebih nanti ormawa lainnya yang ada di Jawa Timur, hingga lingkup nasional karena per hari ini solidaritas yang sudah terkumpul kepada Bem FISIP itu sifatnya sudah nasional,"urainya.

Tuffa menegaskan BEM FISIP Unair tidak akan berhenti untuk bersikap kritis dan tegas, pun dengan narasi yang kami gunakan ke depannya akan tetap keras tapi kami juga akan menghargai dalam batas koridor akademik. 

"Kemudian apapun kritik yang kami sampaikan tujuannya adalah untuk kebaikan bersama,"pungkasnya.

(sulvi sofiana/tribunmataraman.com)

editor: eben haezer
 

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved