Berita Kota Surabaya

Diskusi Buku Runtuh dari Dalam: Saat Bisnis Media Mengancam Integritas Jurnalis

Integitas jurnalis terancam oleh bisnis media. Itulah yang diungkap dalam diskusi bedah buku "Runtuh Dari Dalam" di UKWMS Surabaya

|
Editor: eben haezer
ist/AJI Surabaya
Jurnalis Miftah Faridl (tengah) dan Anastasia Jessica (kiri) saat membedah buku Runtuh Dari Dalam yang digelar di UKWMS, Surabaya, kemarin (13/9/2024) 

"Di tempat saya dulu bekerja, ruang redaksi dan iklan pisah lantai. Itu menjadi doktrin bahwa kami punya bidang garapan yang berbeda," ujarnya.

Namun, ia mengaku prihatin dengan tren saat ini yang seolah mengaburkan pagar api itu. "Lambat laun kemudian, lantainya sama, ruangannya beda. Itu menjadi simbol lagi."

Farid mengungkapkan efek kekaburan pagar api menimbulkan ancaman terhadap integritas jurnalis. Ia mengungkap bahwa di era ini, selain menulis berita, jurnalis juga dituntut untuk mencari iklan. “Hari ini jurnalis itu harus mencari iklan, minimal memberikan akses,” ungkapnya.

Bahkan, kinerja jurnalis dinilai dari kemampuannya menghasilkan uang untuk perusahaan melalui celah-celah komersial.

“Kinerja jurnalis diukur dari kemampuannya menghasilkan uang kepada perusahaan," tuturnya. 

Faridl menegaskan bahwa informasi merupakan bagian hak asasi manusia. Namun, adanya distorsi informasi mengakibatkan pergeseran peruntukan.

“Distorsi yang terjadi kemudian tidak memenuhi kebutuhan informasi publik, melainkan kebutuhan informasi pengiklan,” ungkapnya.

"Jika ini dibiarkan, media akan tetap ada, tetapi jurnalisme mati,” pungkasnya.

(nadiva ariandy/tribunmataraman.com)

editor: eben haezer 

 

Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved