Berita Kota Surabaya
Diskusi Buku Runtuh dari Dalam: Saat Bisnis Media Mengancam Integritas Jurnalis
Integitas jurnalis terancam oleh bisnis media. Itulah yang diungkap dalam diskusi bedah buku "Runtuh Dari Dalam" di UKWMS Surabaya
"Di tempat saya dulu bekerja, ruang redaksi dan iklan pisah lantai. Itu menjadi doktrin bahwa kami punya bidang garapan yang berbeda," ujarnya.
Namun, ia mengaku prihatin dengan tren saat ini yang seolah mengaburkan pagar api itu. "Lambat laun kemudian, lantainya sama, ruangannya beda. Itu menjadi simbol lagi."
Farid mengungkapkan efek kekaburan pagar api menimbulkan ancaman terhadap integritas jurnalis. Ia mengungkap bahwa di era ini, selain menulis berita, jurnalis juga dituntut untuk mencari iklan. “Hari ini jurnalis itu harus mencari iklan, minimal memberikan akses,” ungkapnya.
Bahkan, kinerja jurnalis dinilai dari kemampuannya menghasilkan uang untuk perusahaan melalui celah-celah komersial.
“Kinerja jurnalis diukur dari kemampuannya menghasilkan uang kepada perusahaan," tuturnya.
Faridl menegaskan bahwa informasi merupakan bagian hak asasi manusia. Namun, adanya distorsi informasi mengakibatkan pergeseran peruntukan.
“Distorsi yang terjadi kemudian tidak memenuhi kebutuhan informasi publik, melainkan kebutuhan informasi pengiklan,” ungkapnya.
"Jika ini dibiarkan, media akan tetap ada, tetapi jurnalisme mati,” pungkasnya.
(nadiva ariandy/tribunmataraman.com)
editor: eben haezer
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.