Berita Terbaru Kabupaten Trenggalek

Mampu Kendalikan Inflasi Daerah, Pemkab Trenggalek Terima Insentif Fiskal Rp 5 Miliar

Pemerintah Kabupaten Trenggalek menerima insentif fiskal kinerja tahun berjalan kategori pengendalian inflasi daerah dari Pemerintah

Penulis: Sofyan Arif Chandra | Editor: eben haezer
ist
Mendagri Tito Karnavian (dua dari kiri) Menyerahkan Insentif Fiskal kepada Wakil Bupati Trenggalek, Syah Muhammad Natanegara Senilai Rp 5,7 Miliar Atas Kinerja Pemkab Trenggalek yang Mampu Kendalikan Inflasi Daerah. 

TRIBUNMATARAMAN.COM, TRENGGALEK - Pemerintah Kabupaten Trenggalek menerima insentif fiskal kinerja tahun berjalan kategori pengendalian inflasi daerah dari Pemerintah Republik Indonesia.

Kabupaten Trenggalek mendapatkan insentif sebesar Rp 5.781.629.000 yang diberikan Mendagri, Tito Karnavian kepada Wakil Bupati Trenggalek, Syah Muhammad Natanegara saat Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah di Sasana Bhakti Praja Kemendagri 

Insentif fiskal tersebut diberikan kepada pemerintah daerah yang dinilai telah berkinerja baik serta mampu menjaga stabilitas harga-harga di daerah sehingga inflasi di tingkat nasional ikut terkendali.

Syah berharap pemberian insentif fiskal tersebut bisa menjadi pemicu bagi seluruh pihak di Pemkab Trenggalek untuk meningkatkan kinerja pelayanan kepada masyarakat.

"Insentif fiskal ini bisa digunakan sesuai dengan kebutuhan prioritas daerah seperti dukungan infrastruktur, pelayanan publik, peningkatan perekonomian, pelayanan kesehatan maupun pendidikan," kata Syah, Senin (5/8/2024).

Dalam mengendalikan laju inflasi, salah satu upaya yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Trenggalek adalah menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM)

GPM tersebut dilaksanakan sebagai respon naiknya sejumlah harga kebutuhan pokok. Seperti yang dilaksanakan di Desa Sumurup, Kecamatan Bendungan, Selasa (30/7/2024) lalu.

Pemkab Trenggalek bekerjasama dengan bulog untuk menyediakan beras murah, lalu dengan Kelompok Wanita Tani (KWT) untuk menyediakan bawang merah, cabai rawit, dan telur ayam.

Selain mengendalikan laju inflasi, GPM tersebut juga bertujuan untuk menjaga daya beli kebutuhan pokok masyarakat Trenggalek.

Sementara itu, Tito berharap dengan pemberian insentif fiskal dari Kementerian Keuangan RI tersebut semakin memperkuat gerakan pengendalian inflasi.

"Hal ini menunjukkan bahwa pelaksanaan pengendalian inflasi harus tetap menjadi atensi bagi kita semua," ucap Mendagri.

"Saya berharap kegiatan ini dapat menjadi momentum kita bersama untuk memperkuat komitmen dan menjaga stabilitas perekonomian dan menurunkan angka inflasi di Indonesia," pungkasnya. 

(sofyan arif candra/tribunmataraman.com)

editor: eben haezer

Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved