Berita Terbaru Kabupaten Tulungagung

Saat Harlah PPDI ke-18 di Tulungagung, Para Perangkat Desa Minta Honor Dari Pemprov Dibayar Perbulan

Para perangkat desa yang tergabung Persatuan Perangkat Desa Indonesia (PPDI) berharap tambahan penghasilan bagi para perangkat desa di Jawa Timur.

Penulis: David Yohanes | Editor: eben haezer
David Yohanes
Sebagian perangkat desa yang menghadiri Harlah ke-18 Persatuan Perangkat Desa Indonesia (PPDI) di GOR Lembupeteng Tulungagung, Kamis (25/7/2024). 

TRIBUNAMTARAMAN.COM | TULUNGAGUNG - Para perangkat desa yang tergabung Persatuan Perangkat Desa Indonesia (PPDI) berharap tambahan penghasilan bagi para perangkat desa di Jawa Timur.

Hal ini disampaikan saat peringatan Hari Lahir ke-18 PPDI di GOR Lembupeteng Tulungagung, Kamis (25/7/2024).

Ketua PPDI Jatim, Sutoyo M Muslih, mengatakan Pemprov Jatim sudah memberikan tambahan honor bagi kepala desa dan perangkat desa.

Baca juga: Harlah ke-18 PPDI di Tulungagung Usung Isu Peningkatan Kesejahteraan Perangkat Desa

Tambahan penghasilan yang berlaku sejak 3 tahun lalu  diberikan 2 kali dalam 1 tahun.

Karena itu PPDI berharap tambahan penghasilan ini bisa ditingkatkan menjadi setiap bulan.

“Pada periode pertama Bu Khofifah dan Mas Emil, sudah memperjuangkan tambahan penghasilan dari APBD Jatim. Honor dari Pemprov bisa ditambah setiap bulan,” ujar Sutoyo.

Sementara Emil Elestianto Dardak, selaku pembina PPDI Jatim berharap PPDI menjadi wadah perjuangan perangkat desa untuk mendapatkan kemuliaan profesi.

Emil meminta para perangkat desa terus kompak, solid dan guyub karena keberadaan mereka penting bagi pemerintah.

Masukan dari PPDI menjadi dasar pemerintah untuk membahas masalah yang menjadi perhatian perangkat desa.

“Kan lebih enak ada wadah dan perwakilan. Bisa berdialog untuk mencari solusi,” ujar Emil selepas acara.

Terkait aspirasi para perangkat desa, Emil mengatakan jika Pemprov Jatim menjadi salah satu yang pertama memberi tambahan penghasilan untuk perangkat desa.

Kebijakan ini dilakukan saat Khofifah Indar Parawansa dan Emil masih memegang jabatan gubernur dan wakil gubernur Jawa Timur

Bahkan upaya ini dilakukan di tengah keterbatasan keuangan akibat pandemi Covid-19.

“Tapi waktu itu yang ingin kami mulai apresiasi pada pengabdian perangkat desa. Dengan kondisi fiskal, ini upaya kolektif dengan Pemkab,” ujarnya.

Pemerintah Kabupaten harus ikut memperhatikan perangkat desa.

Menurut Emil, upaya ini bukan sekedar uang melainkan lebih ke memuliakan para perangkat desa.

Para perangkat desa yang termotivasi akan memberikan pelayanan yang semakin baik ke masyarakat. 

(David Yohanes/tribunmataraman.com)

editor: eben haezer

Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved