Berita Terbaru Kabupaten Trenggalek

Suhu Dingin di Trenggalek, Pergerakan Angin Monsun Australia dan Posisi Matahari Jadi Penyebab

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Trenggalek, Stefanus Triadi menjelaskan soal penyebab suhu dingin di Trenggalek

Penulis: Sofyan Arif Chandra | Editor: faridmukarrom
Sofyan Arif Chandra/Tribun Mataraman
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Trenggalek, Stefanus Triadi menjelaskan soal penyebab suhu dingin di Trenggalek. foto ilustrasi di Trenggalek 

TRIBUNMATARAMAN.COM | TRENGGALEK -  Suhu udara di Kabupaten Trenggalek terasa lebih dingin dibandingkan hari-hari biasanya. Fenomena bediding ini terjadi sepanjang hari dan terasa lebih dingin ketika malam tiba.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Trenggalek, Stefanus Triadi menuturkan penyebab suhu dingin ini adalah pergerakan angin monsun Australia .

"Dari keterangan yang kami peroleh dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Angin monsun Australia ini bertiup dari wilayah Australia menuju Asia melewati wilayah Indonesia dan perairan samudra Hindia sambil membawa udara dingin," kata Triadi, Minggu (21/7/2024).

Selain itu pada bulan Juni - Agustus posisi sudut datang dari sinar matahari sedang berada di posisi terjauh dari Indonesia, khususnya di wilayah Indonesia bagian Selatan Khatulistiwa.

Baca juga: Pasangan Dhito - Nafif Diusulkan Gerindra Maju di Pilkada Kabupaten Kediri 2024

Fenomena bediding ini akan terjadi menjelang puncak musim kemarau di bulan Juli sampai Agustus. Bahkan kemungkinan bisa terjadi hingga September 2024.

Oleh karena itu, pergerakan Angin Monsun ini juga akan menyebabkan dominasi cuaca cerah dibandingkan mendung atau hujan.

"Angin dominan dari arah timur hingga tenggara membawa massa udara kering dan dingin dari daratan Australia ke Indonesia sehingga kurang mendukung proses pertumbuhan awan," lanjutnya.

Menurut Triadi dalam satu pekan ke depan, cuaca cerah - berawan diprakirakan masih akan mendominasi Kabupaten Trenggalek yang secara geografis berada di pesisir selatan.

Namun, potensi hujan dengan intensitas signifikan masih dapat terjadi dalam sepekan ke depan.

"Untuk menghadapi fenomena bediding ini diperlukan upaya ekstra dalam menjaga daya tahan tubuh yaitu dengan konsumsi makanan bergizi dan istirahat yang cukup serta menghindari aktivitas yang berlebihan dan membuat lelah," pungkasnya.

Dapatkan informasi lainnya di Googlenews, klik : Tribun Mataraman

(tribunmataraman.com/ Sofyan Arif)

Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved