Berita Terbaru Kabupaten Tuban

Petani di Desa Dawung Tuban Tolak Pembangunan Pabrik Gas

Para petani di Desa Dawung, Kecamatan Palang, Kabupaten Tuban menolak rencana pembangunan Onshore Receiving Facilities (ORF) milik Krisenergy Ltd

Editor: eben haezer
ist
Para petani Desa Dawung, kecamatan Palang, Kabupaten Tuban, Jatim, saat unjuk rasa di lahan yang bakal terdampak pabrik gas Krisenery Ltd, Minggu (7/7/2024). 

TRIBUNMATARAMAN.COM | TUBAN - Para petani di Desa Dawung, Kecamatan Palang, Kabupaten Tuban menolak rencana pembangunan Onshore Receiving Facilities (ORF) milik Krisenergy Ltd di wilayahnya.

Mereka menilai, pembangunan instalasi atau pabrik gas itu mengancam mata pencarian petani setempat.

"Semua petani tetap dengan pendiriannya. Yakni, menolak pembangunan pabrik gas (Krisenergy Ltd, Red),” ujar Sudiarman, seorang perwakilan petani, Senin (8/7/2024) pagi.

Untuk menyatakan penolakannya, sebanyak 30 petani menggelar unjuk rasa di lahan yang terdampak,  Minggu (7/7/2024) siang.

Berdasarkan informasi yang dia himpun, ungkap Sudirman, pembangunan pabrik gas Krisenergy Ltd itu akan menggusur lahan produktif di dua desa, yakni Dawung dan Kradenan, Kecamatan Palang.

Imbasnya, lanjut Sudirman, masa depan para petani Desa Dawung dan Kradenan terancam kelam. Sebab, petani akan kehilangan tempat untuk bertani menghidupi diri.

“Ini satu-satunya lahan kami, sebagai sumber penghidupan keluarga kami. Kalau kami dipaksa menjual lahan kami ini, setelah itu kami seperti apa," tuturnya.

Perkiraan Sudirman, lahan produktif Desa Dawung dan Kradenan yang akan terdampak pembangunan pabrik gas milik Krisenery Ltd luasnya tak kurang dari 24 hektar.

Dalam setahun, lanjut dia, petani bisa panen sekitar 750 ton gabah. Jika gabah dijual dengan harga Rp 5 ribu per kg, sudah ada perputaran uang sekitar Rp 4-5 miliar di Desa Dawung dan Kradenan.

“Presiden Jokowi pernah berpesan lahan produktif harus dimanfaatkan untuk stok pangan Indonesia. Tapi di sini kok malah mau digusur. Kan tidak sesuai,” protesnya.

Sementara itu, Karsilan, Kepala Desa Dawung mengaku tak tahu banyak ihwal sikap dan aksi warga desanya dalam menolak rencana pembangunan pabrik gas di wilayahnya.

Karsilan juga menghindari pertanyaan-pertanyaan yang mendetail terkait rencana pembangunan pabrik gas oleh perusahaan migas internasional yang berpusat di Singapura tersebut.

“Saya tidak tahu,” tukas pria kelahiran 1968 yang terpilih menjadi Kepala Desa Dawung dalam pilkades setempat pada 2022 lalu ini.

Hingga berita ini diturunkan, Krisenergy Ltd belum memberi keterangan resmi ihwal aksi penolakan para petani Desa Dawung terkait pembangunan pabrik gasnya di Desa Dawung.


(yusab alfa ziqin/tribunmataraman.com)

editor: eben haezer

Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved