Berita Terbaru Kabupaten Trenggalek

2 Aplikasi Pemkab Trenggalek Terdamak Peretasan Pusat Data Nasional

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Trenggalek, Edif Hayunan menuturkan setidaknya ada dua aplikasi yang terdampak peretasan PDN

Penulis: Sofyan Arif Chandra | Editor: eben haezer
ist
Kadiskominfo Kabupaten Trenggalek, Edif Hayunan Mengakses Portal Satu Data Trenggalek 

TRIBUNMATARAMAN.COM | TRENGGALEK - Pemerintah Kabupaten Trenggalek ikut terdampak insiden peretasan pusat data nasional (PDN).

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Trenggalek, Edif Hayunan menuturkan setidaknya ada dua aplikasi yang terdampak dengan adanya peretasan tersebut.

Yang pertama adalah Survei Kepuasan Masyarakat (SKM) lalu yang kedua adalah Sistem Pengembangan Kompetensi Aparatur (SIPKA) milik Badan Kepegawaian Daerah (BKD). Kedua platform tersebut ikut terdampak sehingga sejumlah data hilang.

"Melihat yang sangat dibutuhkan ASN saat ini adalah SKM maka Kominfo berupaya untuk mengembalikannya dan kami sudah berhasil memigrasikan data yang ada di PDN ke pusat data lokal," kata Edif, Senin (8/7/2024).

Namun demikian, data SKM pada tanggal 11 hingga 20 Juni tidak bisa dipulihkan karena terlanjur terenkripsi oleh hancker.

"Saat ini tinggal SIPKA manajemen pengetahuan ASN yang sedang proses (pemulihan)," lanjutnya.

Selain dua platform lokal, salah satu aplikasi atau website nasional yang terdampak sehingga mengganggu kinerja ASN adalah Srikandi E-office ANRI (Arsip Nasional Republik Indonesia).

"Untuk Srikandi E-office ini digunakan secara nasional sehingga tidak hanya kami saja yang terdampak. kami tunggu saja pemulihannya dari ANRI," tegasnya.
 
Sebagai antisipasi jika hal serupa terjadi, Pemkab Trenggalek telah berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Hasilnya Pemkab diperbolehkan untuk mem-backup sejumlah data yang dikoneksikan dengan BSSN (Badan Siber dan Sandi Negara) 

"Untuk pengamanan data di Trenggalek kami juga sudah menggunakan beberapa skema yang pertama menggunakan Firewall, lalu kami juga siapkan offline untuk rekap datanya, jadi jika data utama kena (hack) back up nya masih bisa diselamatkan," pungkasnya 

(sofyan arif candra/tribunmataraman.com)

editor: eben haezer

Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved