Sabtu, 11 April 2026

Berita Terbaru Kabupaten Lamongan

Sungai Bengawan Solo Tercemar, Air PDAM di Lamongan Jadi Keruh

Air sungai Bengawan Solo tercemar dari hulu. Dampaknya, kualitas air PDAM yang disalurkan kepada pelanggan di Lamongan Jatim, menurun

Editor: eben haezer
hanif manshuri
Kondisi sumber air baku PDAM dari Sungai Bengawan Solo yang ada di Babat, Lamongan, Jatim, Senin (1/7/2024). 

TRIBUNMATARAMAN.COM | LAMONGAN - Air sungai Bengawan Solo tercemar hampir setiap musim kemarau, setiap tahun. 

Pencemaran disebut berasal dari limbah tekstil dari hulu sungai di Jawa Tengah. 

Dampaknya, kualitas air di bagian hilir Lamongan, Jatim, menurun. 

Ini menyebabkan kualitas sumber air baku Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) dari Sungai Bengawan Solo juga menurun. 

Air baku yang disuplai ke pelanggan menjadi keruh dan berwarna kuning.

Inilah yang terjadi sepekan terakhir dan dikeluhkan pelanggan PDAM di Lamongan. 

Indikasi sementara, pihak PDAM menyebut, karena  terjadi pencemaran dari limbah tekstil yang mengakibatkan sumber air baku menjadi keruh dan berwarna kuning.

Pusat sumber air baku yang diambil PDAM ada di Babat, Kecamatan Babat sangat terpengaruh saat sampai ke pelanggan.

"Terjadi (keruh) sudah hampir sepekan ini," kata Sofyan salah satu pemakai air PDAM, Senin (1/7/2024).

Menurut Sofyan, jika tidak ada masalah dengan sumber air baku di Sungai Bengawan Solo, tidak akan bermasalah dengan air PDAM.

Para pelanggan PDAM di Lamongan berharap pemerintahan di hulu atau wilayah dimana diduga sentra industri tekstil bisa bertindak tegas.

Selain adanya upaya percepatan untuk memulihkan kembali air PDAM yang diterima masyarakat saat ini.

Direktur PDAM Lamongan, Ali Mahfudi dikonfirmasi mengatakan, dari hasil laporan Perum Jasa Tirta 1 menyebutkan, indikiasi sementara adalah karena dampak pencemaran lingkungan dari limbah domestik dan pabrikan seperti limbah tekstil dan kulit hewan  yang berada di hulu.

Melihat kondisi tersebut, pihaknya kini sedang berupaya untuk meningkatkan produksi air dari hibam Babat dan Plosowahyu.

"Termasuk melakukan  penambahan bubuk kimia sehingga pendistribusian kualitas air ke pelanggan meningkat," kata Ali Mahfudi, Senin (1/7/2024).

Pihaknya juga memohon maaf kepada masyarakat, khususnya para pelanggan air PDAM  yang terganggu akibat penuruan kualitas air akibat pencemaran sumber air baku.

(Hanif Manshuri/tribunmataraman.com)

editor: eben haezer

 

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved