Berita Viral

Viral Keluhan Wisatawan Gunung Bromo Kena Tipu Tukang Ojek di Area Wisata, Merugi Hingga Rp 400 Ribu

Viral keluhan wisatawan di Gunung Bromo kenak tipu tukang ojek, korban merugi hingga Rp 400 Ribu.

Editor: faridmukarrom
Ist
Viral keluhan wisatawan di Gunung Bromo kenak tipu tukang ojek, korban merugi hingga Rp 400 Ribu. 

Hal tersebut tertuang dalam Surat Keputusan Kepala BB TNBTS nomor : SK.88/21/BT.1/2012 tentang Pengaturan Transportasi Kendaraan di Kawasan Lautan Pasir pada Tanggal 20 Desember 2012 dari semua pintu masuk ke kawasan Gunung Bromo.

Dalam video amatir berdurasi 36 detik yang direkam pelaku usaha Jeep sekitar menampilkan puluhan kendaraan elf bermuatan wisawatan terlihat melintas di sekitar Lautan Pasir Gunung Bromo atau melintas di jalur Jeep.

"Kejadiannya kemarin, pas momentum perayaan Waisak. Memang Gunung Bromo padat kunjungan wisatawan, tapi malah ada video kendaraan elf masuk ke kawasan Gunung Bromo viral," kata Rudy, salah satu pelaku usaha Jeep Gunung Bromo, Sabtu (25/5/2024).

Menanggapi viralnya video kendaraan Elf, Kepala Desa Ngadisari, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo, Sunaryono mengatakan, masuknya kendaraan selain kendaraan pelaku wisata sangat disesalkan sekali.

"Kalau dikatakan melanggar memang iya, karena di situ memang jalur Jeep. Tapi kita kembalikan lagi, apakah pihak wisatawannya sudah memesan Jeep atau tidak, kita tidak tahu. Tapi pelaku usaha ini, pastinya kena imbas," ujar Sunaryono.

Hanya saja, lanjutnya, pihaknya tidak bisa terlalu banyak komentar, mengingat lokasi tersebut sudah masuk di wilayah kerja BB TNBTS.

Terlebih, pihak desa juga tidak mengetahui proses sebelum 22 kendaraan Elf masuk.

"Jadi masalah diizinkan oleh pihak BB TNBTS kami tidak tahu persis, yang jelas itu ranahnya TNBTS. Kita juga sering menyampaikan jika keterkaitan kenyamanan wisatawan ayo duduk bersama dan juga aturan yang ada juga dipatuhi bersama," pungkasnya

Agen Travel Minta Maaf

Agent travel Elf mengaku tidak ada unsur kesengajaan atau lain-lainnya dengan memasuki kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) bersama dengan rombongan wisatawan. 

Hal tersebut dilakukan setelah rombongan yang diketahui merupakan pelajar Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Tanggerang Selatan (Tangsel) kurang lebih sebanyak 250 orang tidak mendapat sewa Jeep. Sehingga terpaksa 22 Elf masuk ke kawasan Lautan Pasir Gunung Bromo.

Pihak Agent Travel Probolinggo sekaligus Operator Lapangan Tour, Harun Wahyudi saat menghadiri panggilan dari Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB TNBTS) pada Sabtu (25/5/2024). 

Menurut Harun, para peserta Tour start dari rumah makan setempat, pada Kamis (23/5/2024) sekitar pukul 15.00 Wib menaiki kendaraan Elf, kemudian langsung menuju Mentigen untuk menyaksikan Sunrise. Keesokan paginya, Jeep yang dibooking dikonfirmasi tidak ada.

"Karena Jeep yang dikonfirmasi tidak ada akhirnya kita kebingungan, selain kasihan juga agar tidak terlalu lama akhirnya kita droping, setelah itu tidak lama baru Elf kita itu kembali," kata Harun.

Atas kejadian tersebut, lanjut Harun, pihaknya meminta maaf kepada semua pihak, khususnya yang berada di kawasan TNBTS. Terlebih, dirinya tidak bermaksud atau tidak ada unsur kesengajaan dengan membuat kegaduhan.

Halaman
123
Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved