Berita Terbaru Kabupaten Kediri

Harkitnas 2024, Pecinta Budaya Nusantara Ritual Buang Sial di Rumah Masa Kecil Bung Karno

Momen Hari Kebangkitan Nasional 2024, Pecinta Budaya Nusantara gelar ritual buang sial di rumah masa kecil Bung Karno di Kabupaten kediri

Penulis: Didik Mashudi | Editor: eben haezer
TribunMataraman.com/Didik Mashudi
Halaman rumah Persada Sukarno tempat masa kecil Bung Karno di Desa Pojok, Kecamatan Wates, Kabupaten Kediri, Rabu (27/10/2021). 

TRIBUNMATARAMAN.COM - Pecinta adat budaya Nusantara dan pengagum Bung Karno menggelar ritual buang sial dan tasyakuran dalam peringatan Hari Kebangkitan Nasional ke 166 di Rumah Masa Kecil Bung Karno di Desa Pojok, Kecamatan Wates, Kabupaten Kediri, Senin (20/5/2024).

Kegiatan ini diberi nama “Ritual Membakar Kesialan di Hari Kebangkitan Nasional”.

Ritual ini dimaksudkan untuk menghapus segala sifat-sifat buruk dalam diri agar setiap manusia bisa bangkit.

Ari Hakim LC, Ketua Panitia Hari Kebangkitan Nasional menjelaskan, Pada Hari Kebangkitan Nasional menggelar ritual untuk membakar sifat-sifat buruk yang ada dalam diri kita masing-masing. "Seperti sifat malas, ngresulo, sombong, kikir, dengki, buruk sangka dan lain-lain,” jelasnya.

Dijelaskan, kegiatan dilakukan dengan memberikan masyarakat yang hadir kertas kosong, kemudian diberi kesempatan untuk menuliskan sifat-sifat buruk yang selama ini menjadi hambatan dirinya.  

Kemudian kertas yang sudah dituliskan sifat-sifat buruk itu dibakar bersama-sama. Sebelum dibakar para tokoh pemuda agama Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Budha, Konghucu dan aliran kepercayaan yang hadir akan memimpin doa.

Usai ritual pembakaran sifat-sifat buruk dalam diri dilanjutkan dengan pemberian santunan kepada anak yatim dan fakir miskin.

Dijelaskan Lukito Sudiarto dari komunitas Luky Band sebelum dibakar  akan berdoa dengan dipimpin para tokoh pemuka agama, berdoa menurut agama dan keyakinan masing-masing. 

"Setelah pembakaran hal-hal negatif kita sempurnakan dengan bersedekah kepada anak yatim dan fakir miskin.  Shodaqoh itu kan ajaib bisa menghapus keburukan,” jelasnya.

Sehingga kegiatan tasyakuran ada ritualnya dan ada kegiatan sosialnya. Jangan sampai hanya ritual saja tanpa sosial, serta jangan hanya sosial tanpa ritual. 

"Inilah nilai yang kita ambil dari sila pertama dan sila kedua  Pancasila Dasar Negara Kesatuan Republik Indonesia,” ungkapnya.

Sementara Kushartono, Ketua Harian Situs Rumah Persada Sukarno menjelaskan, Kebangkitan Nasional  adalah simbol  dan ajakan bangkit bersama tanpa menyalahkan orang lain.

“Pada momentum Hari Kebangkitan Nasional kita berharap dan berdoa bangsa Indonesia harus benar-benar bangkit, bangkit menjadi Indonesia Raya sebagaimana dicita-citakan Bung Karno dan para pendiri negara," harapnya.

(didik mashudi/tribunmataraman.com)

editor: eben haezer. 

Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved