Kecelakaan Maut di Ngadas

Cerita Keluarga Korban Fortuner Maut yang Terjun ke Jurang 100 Meter di Poncokusumo Malang

Inilah kesaksian salah satu keluarga korban Fortuner maut yang terjun ke jurang sedalam kira-kira 100 meter di Poncokusumo, Kabupaten Malang

Editor: eben haezer
lu'lu'ul isnainiyah
Andik Gozali memperlihatkan status Siti Aminah di yang diunggah di WhatsApp 

TRIBUNMATARAMAN.COM - Mobil Toyota Fortuner yang ditumpangi 9 orang, terjun ke jurang sedalam kira-kira 100 meter di Coban Trisula, Desa Ngadas, Kecamatan Poncokususmo, Kabupaten Malang, kemarin (13/5/2024) malam. 

Sebelum insiden yang menewaskan 4 orang itu terjadi, penumpang mobil nahas itu sempat update status di WhatsApp. 

Hal ini diungkapkan oleh Andi Gozali, warga Kecamatan Gondanglegi. Ia merupakan kerabat dari Imriti Yasin Ali Rahbani (51) dan Sulimah (57).

Baca juga: Identitas Lengkap 9 Korban Mobil Fortuner Terjun ke Jurang di Ngadas Poncokusumo Malang

Ia mengatakan, bahwa anaknya yang bernama Ambar (15) sempat membuka status dari Siti Aminah (30), salah satu korban. 

"Sekira pukul 15.00 WIB sampai 16.00 WIB itu masih upload status di WhatsApp. Dan masih kirim kegiatan dalam perjalanan," ujar Gozali saat ditemui makam Sulimah dan anaknya Irvani di TPU Gondanglegi Wetan.

Menurutnya, mereka berswafoto di sebuah restoran. 

Dan di dalam statusnya Aminah nampak mengabadikan momen sepanjang jalan Bromo dari dalam mobil.

Baca juga: Sosok Perempuan Pengemudi Fortuner Maut yang Terjun ke Jurang 100 Meter di Ngadas Malang

Ketika mendengar kabar kecelakaan yang menimpa Imriti dan Sulimah, Gozali beserta keluarga cukup syok. Karena mereka saling mengenal satu sama lain.

Dia mengenal Sulimah sebagai sosok yang baik. Meskipun bukan keluarga, namun Gozali menganggap Sulimah seperti kerabat dekat.

Pasalnya, sudah sejak lama Sulimah ikut bekerja dengan Gozali. Termasuk Sulimah juga menjadi pengasuh kedua anaknya.

"Dengan kami memang seperti kerabat dekat. Anak saya (Ambar) diasuh sejak kecil oleh alamarhum (Sulimah). Orangnya baik sekali menurut saya," katanya.

Sulimah sudah bekerja dengan Gozali sejak 2012 silam. Sehingga mereka memiliki kedekatan secara emosional meskipun tak memiliki hubungan darah.

"Almarhumah pernah saya ajak ke Padang, ke Medan, ya ngasuh anak saya itu," sambungnya.

Almarhum merupakan sosok multitalenta. Selain mengasuh anak Gozali, Sulimah juga bisa memasak. Terkadang memasak di rumah Gozali, dan di sebuah pondok pesantren yang ada di Gondanglegi.

Bahkan, dalam pernikahan anak Sulimah, Gozali sempat menjadi saksi. Sehingga, kedekatan mereka layaknya saudara.

Halaman
12
Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved