Balita di Tulungagung Tewas Dicekik
Polisi: Balita di Rejotangan Tulungagung yang Diduga Dibunuh Ayah, Tewas Karena Kehabisan Oksigen
Polisi memastikan balita yang tewas diduga karena dibunuh ayahnya, meninggal karena kekurangan oksigen.
Penulis: David Yohanes | Editor: eben haezer
Ia dipulangkan dan sampai di Tulungagung pada 1 Mei 2024, karena ada indikasi mengalami depresi.
Kepada polisi, RAP mengaku menekan bagian leher anaknya dengan posisi telentang dengan kedua tangannya.
Kedua tangannya dalam posisi menyilang, lalu ia menindih tubuh anaknya dan menekan ke bagian leher.
Dia juga mengaku sempat membalik posisi anaknya gani tengkurap, lalu menekan tubuh anaknya dengan kedua lututnya.
Namun keterangan RAP belum bisa dijadikan patokan sebelum memastikan kondisi kejiwaannya.
Selain itu tidak ada saksi yang melihat kejadian itu.
Sebelumnya RAP meminta keluarganya keluar dari dalam rumah pada Minggu (12/5/2024) malam, sementara dia bermain dengan MAK.
Namun sekitar pukul 20.30 WIB MAK ditemukan tergeletak tak di sofa ruang tengah.
Keluarga lalu membawa ke Puskesmas Rejotangan untuk mendapatkan pertolongan medis.
Namun pihak Puskemas Rejotangan menyatakan, MAK sudah meninggal dunia.
(David Yohanes/tribunmataraman.com)
editor: eben haezer
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.