Balita di Tulungagung Tewas Dicekik

Update Kasus Ayah Cekik Anak Balita di Tulungagung: Pelaku Masih Jalani Tes Kejiwaan

RAP (29), bapak asal Rejotangan Tulungagung yang diduga membunuh anak balitanya sendiri, MAK (3), masih menjalani tes kejiwaan. 

Penulis: David Yohanes | Editor: eben haezer
tribunmataraman.com/david yohanes
Jenazah MAK (3) saat dibawa menuju IKF RSUD dr Iskak Tulungagung. 

TRIBUNMATARAMAN.COM -  RAP (29), bapak yang diduga membunuh anak balitanya sendiri, MAK (3), masih menjalani tes kejiwaan

Laki-laki asal Desa Blimbing, Kecamatan Rejotangan, kabupaten Tulungagung ini diduga mengalami depresi, saat melakukan kekerasan kepada MAK.

Kepala Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (UPPA) Satreskrim Polres Tulungagung, Iptu Nursaid, mengatakan proses pemeriksaan masih panjang.

Baca juga: BREAKING NEWS - Balita di Tulungagung Meninggal Dicekik Bapak Kandung, Ibu Temukan Anaknya Membiru

"Hari ini masih tahap awal. Dia masih akan menjalani sejumlah tes," jelas Nursaid, Selasa (14/5/2024).

UPPA Satreskrim Polres Tulungagung menggandeng RS Bhayangkara Tulungagung untuk memeriksa kejiwaan RAP.

Nursaid mengaku masih menunggu hasil pemeriksaan dari psikiater.

Kemungkinan RAP akan dirujuk ke RSJ Lawang di Kabupaten Malang.

Baca juga: Polisi Otopsi Jenazah Balita di Tulungagung yang Diduga Dicekik Ayah Kandung Hingga Tewas

Baca juga: Polisi: Balita di Rejotangan Tulungagung yang Diduga Dibunuh Ayah, Tewas Karena Kehabisan Oksigen

"Gejala awal ada indikasi depresi. Tapi itu masih pemeriksaan awal, masih butuh beberapa tes lagi," sambungnya.

Secara kejiwaan, penyidik kepolisian berkepentingan memastikan RAP kembali sehat.

Penyidik tetap akan menuntaskan berkas penyidikan terhadap RAP, sekalipun nanti dinyatakan gangguan jiwa saat melakukan pembunuhan.

Meski secara hukum orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) tidak bisa dipidana, seperti pasal 44 KUHP. 

"Biar nanti hakim yang memutuskan, bukan kami di kepolisian," pungkasnya.

Sebelumnya MAK ditemukan tak berdaya di soda ruang tengah, usai bermain bersama RAP,  Minggu (12/5/2024) sekitar pukul 20.30 WIB. 

Saat pertama ditemukan, tubuhnya membiru seperti kekurangan oksigen.

Keluarga sempat membawa MAK ke Puskesmas untuk mendapatkan perawatan medis.

Namun pihak Puskesmas menyatakan MAK sudah meningal dunia.

Dugaan polisi mengarah pada RAP,  orang terakhir yang bermain bersama MAK.

RAP yang diamankan terindikasi mengalami gangguan kejiwaan.

Sebelumnya ia belum genap 1 tahun bekerja di Taiwan, lalu dipulangkan karena gejala depresi.

RAP tiba di Tulungagung pada Rabu (1/5/2025).

(David Yohanes/tribunmataraman.com)

editor: eben haezer 

Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved