Penambang Pasir Hanyut di Bengawan Solo

Pasca Penambang Hanyut di Bengawan Solo Bojonegoro, Kades Semanding Mau Pertambangan Pasir Distop

Kades Semanding, Bojonegoro, berharap pertambangan pasir di Bengawan Solo dihentikan karena dapat berbahaya bagi penambang pasir

Editor: eben haezer
ist/bpbd bojonegoro
Personel SAR gabungan saat melakukan pencarian terhadap Ahmad Arif, penambang pasir yang tenggelam di sungai Bengawan Solo, desa Semanding, Bojonegoro 

TRIBUNMATARAMAN.COM - Pemerintah Desa (Pemdes) Semanding, Kecamatan/Kabupaten Bojonegoro mengaku kecolongan oleh aktivitas penambang pasir di sungai Bengawan Solo setempat. 

Kepala Desa (Kades) Semanding, Suharto mengaku tak tahu ada kegiatan penambangan pasir di Bengawan Solo turut wilayahnya.

Hingga akhirnya, empat penambang pasir dilaporkan hanyut saat menambang. Satu di antaranya akhirnya meninggal dunia. 

Baca juga: BREAKING NEWS - Pencari Ikan Temukan Jasad Penambang Pasir yang Hanyut di Bengawan Solo Bojonegoro

Pemdes Semanding baru tahu ada aktivitas penambangan pasir di Bengawan Solo wilayahnya saat aktivitas itu memakan korban pada Senin (22/4/2024) kemarin.

"Kami (Pemdes Semanding, red) baru tahu ada aktivitas penambangan pasir ya baru waktu itu," ujarnya, Selasa (23/4/2024) sore.

Informasi penambang pasir itu, kata dia, membuatnya kaget. 

"Karena, sepengetahuan kami tidak ada aktivitas penambangan pasir di Bengawan Solo Desa Semanding. Sudah berhenti total sejak sekian tahun lalu," imbuhnya.

Dia meneruskan, ke depan akan lebih ketat mengawasi wilayahnya dalam hal penambangan pasir di Bengawan Solo.

"Menambang pasir di Bengawan Solo itu kurang baik. Apalalagi yang memakai mesin, itu kegiatan yang tak dibenarkan alias ilegal," jelasnya.

Kebetulan, lanjut Suharto, aktivitas penambangan pasir yang baru diketahuinya Senin (22/4/2024) dan memakan korban bukan kategori ilegal.

"Namun, (penambangan pasir non ilegal, red) tetap akan kami atensi. Supaya lebih mengedepankan keselamatan dalam aktivistasnya," tuturnya.

Lebih dari itu, kades ingin penambangan pasir di Bengawan Solo ini dihentikan saja.

"Itu karena, menambang pasir Bengawqn Solo sebetulnya berbahaya. Resiko ada kecelakaan menimpa penambang, cukup tinggi," jelasnya.

Dia menyebut, petaka dialami penambang pasir Bengawan Solo di wilayahnya Senin (22/4/2024) bisa jadi bukti berbahayanya menambang pasir di Bengawan Solo.

"Peristiwa itu mestinya bisa menjadi hal yang membuat penambang pasir di Bengawan Solo jera dan menghentikan aktivitasnya," pungkasnya.

(yusab alfa ziqin/tribunmataraman.com)

editor: eben haezer

Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved