Berita Terbaru Kabupaten Trenggalek

Kementan Serahkan 53 Pompa Air ke Kelompok Tani di Trenggalek Untuk Genjot Produksi Pertanian

Kementan RI menyerahkan bantuan 53 pompa air untuk sejumlah kelompok tani di Kabupaten Trenggalek agar bisa menggenjot produktivitas pertanian.

Penulis: Sofyan Arif Chandra | Editor: eben haezer
sofyan arif candra
Direktur Jenderal Perkebunan, Kementerian Pertanian RI, Andi Nur Alam Syah Serahkan bantuan 53 Pompa Air untuk Kelompok Tani Kabupaten Trenggalek 

TRIBUNMATARAMAN.COM - Direktur Jenderal Perkebunan, Kementerian Pertanian RI, Andi Nur Alam Syah menyerahkan bantuan 53 pompa air untuk sejumlah kelompok tani di Kabupaten Trenggalek.

Selain itu Andi juga menyerahkan bantuan satu unit traktor kepada Kelompok Tani Sedono Makmur, Desa Wonoanti, Kecamatan Gandusari.

Bantuan tersebut menurut Andi merupakan salah satu langkah dari Kementan untuk mensukseskan penambahan areal tanam (PAT) di Jawa Timur terutama di Trenggalek.

"Kondisi pangan kita saat ini terganggu dengan adanya anomali iklim, ada hujan dua Minggu lalu tiba tiba berhenti, sementara sawah kita banyak yang tadah hujan," kata Andi, ditemui di Desa Wonoanti, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Trenggalek, Rabu (24/4/2024).

Andi menyebutkan di Jawa Timur terdapat lebih kurang 300 ribu hektar sawah tadah hujan yang sering kali tidak bisa dioptimalkan oleh petani karena terbatasnya air.

Berangkat dari permasalahan tersebut, Kementerian Pertanian mendorong optimalisasi pompa untuk mengejar defisit pertanian.

"Apalagi Jawa Timur adalah salah satu lumbung pangan terbesar nasional, kalau Jatim terganggu maka nasional juga terganggu," tegas Andi.

Andi mencontohkan, kasus di Kabupaten Nganjuk yang mana terdapat lahan sawah tadah hujan yang hanya bisa tanam padi 1 kali dalam setahun, atau 3 kali tanam namun hanya panen satu kali.

 "Padahal sawah tersebut hanya berjarak 10 meter dari Sungai Widas, untuk itu kita optimalisasi menggunakan pompa, begitu juga sawah tadah hujan di Trenggalek kita optimalkan dengan mendorong bantuan sumur dalam," lanjutnya.

Saat ini pihak Kementerian Pertanian tengah mendetailkan kebutuhan petani di Jawa Timur disesuaikan dengan kondisi lapangan.

Sebagai penanggung jawab wilayah Jawa Timur, Andi tidak ingin ada bantuan yang mangkrak karena pompa dan pipa tidak sesuai spesifikasi yang dibutuhkan di lapangan.

"Kita detailkan bantuan di Jawa Timur agar segera mendapatkan bantuan pompa dari pemerintah pusat. Target kita (produksi beras) harus naik 30 persen," pungkasnya.

(sofyan arif candra/tribunmataraman.com)

editor: eben haezer

 

Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved