Berita Terbaru Kabupaten Nganjuk

Satlantas Polres Nganjuk Catat Penurunan Angka Kecelakaan Selama Ketupat Semeru 2024

Catatan Satlantas Polres Nganjuk Selama Pelaksanaan Operasi Ketupat Semeru 2024, Angka Kecelakaan Turun

Penulis: Danendra Kusuma | Editor: Rendy Nicko
Dok Humas Polres Nganjuk
Satlantas Polres Nganjuk menyiapkan bengkel keliling yang bisa dimanfaatkan pemudik selama Operasi Ketupat Semeru 2024. 

TRIBUNMATARAMAN.COM, NGANJUK - Satlantas Polres Nganjuk mencatat adanya penurunan angka kecelakaan selama pelaksanaan Operasi Ketupat Semeru 2024 yang digelar 4-16 April.

Bukan hanya itu, tingkat fatalitas atau timbulnya korban meninggal dunia akibat kecelakaan dapat dipertahankan 0 kasus.

Capaian ini tak terlepas dari beragam upaya yang dilakukan polisi dan naiknya kepedulian pengendara terhadap keselamatan berlalu lintas.

Kasatlantas Polres Nganjuk, AKP Achmat Rochan mengatakan pada Operasi Ketupat Semeru 2024 terjadi 15 kasus kecelakaan.

Dari jumlah itu, sebanyak 42 orang mengalami luka ringan dan tiga orang luka berat.

Sementara, di pelaksanaan Operasi Ketupat 2023, tercatat ada 33 kejadian kecelakaan.

Dari 33 kasus kecelakaan, 81 orang menjadi korban luka ringan dan empat orang korban luka berat.

"Merujuk data itu, angka kecelakaan pada pelaksanaan Operasi Ketupat Semeru 2024 turun dibanding tahun sebelumnya," katanya kepada Tribun Jatim Network, Sabtu (20/4/2024).

Dia menilai turunnya angka kecelakaan ini terjadi berkat sejumlah upaya yang telah dilakukan.

Upaya itu antara lain, patroli lalu lintas dan edukasi secara masif terhadap warga mengenai keselamatan berkendara.

Pihaknya juga menyiapkan bengkel keliling gratis. Bengkel keliling ini menangani beberapa kendaraan pemudik yang mengalami kendala pada mesin dan sebagainya.

"Patroli lalu lintas dilakukan di jalur rawan pelanggaran dan kecelakaan. Seperti, jalan arteri Kertosono-Wilangan dan jalan padat keramaian dalam kota. Selain itu, turunnya angka kecelakaan efek dari pelaksanaan Operasi Keselamatan 2024 yang digelar 4-17 Maret," ungkapnya.

Achmat Rochan menambahkan, pihaknya melakukan penindakan pelanggaran dengan Teguran Presisi sebanyak 781 pengendara dan secara elektronik (ETLE) 278 pengendara selama Operasi Ketupat.

"Kami mengimbau kepada pengendara agar selalu mematuhi aturan lalu lintas demi keselamatan. Sebab, pelanggaran lalu lintas bisa memicu kecelakaan. Kami akan terus menggencarkan edukasi dan sosialiasi terkait keselamatan berlalu lintas kepada warga," ucapnya.

(Danendra Kusuma/TribunMataraman.com)

Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved