Polisi Cabuli Anak Tiri

BREAKING NEWS - Selama 4 Tahun, Oknum Polisi di Surabaya Rudapaksa Anak Tiri

Polisi di Surabaya dilaporkan melakukan kekerasan seksual selama bertahun-tahun kepada anak tirinya yang kini duduk di bangku kelas 3 SMP. 

Editor: eben haezer
ist
Ilustrasi 

TRIBUNMATARAMAN.COM - Polisi di Surabaya dilaporkan melakukan kekerasan seksual selama bertahun-tahun kepada anak tirinya yang kini duduk di bangku kelas 3 SMP. 

Polisi berpangkat Aipda dan berusia 50 tahun itu, dilaporkan melakukan kekerasan seksual sejak 2020, saat korban masih kelas 6 SD, hingga tahun ini. 

Informasinya, polisi berinisial Aipda K itu menikah siri dengan ibu korban sejak 2013. 

Kejahatan itu dilakukan Aipda K setiap kali ibu korban tak di rumah. 

Selain di kamar, tindakan itu juga dilakukan di kamar mandi. 

Korban juga mengaku kerap diancam untuk tidak melaporkan tindakan itu ke ibunya. 

Dia juga mengaku kerap diberi uang setiap selesai diperkosa pelaku. 

Korban mengaku takut pada ancaman tersebut, sehingga selama bertahun-tahun, menyimpan rapat tragedi yang dia alami. 

"Diancam, gak boleh ngomong," ungkapnya. 

Ia akhirnya berani menceritakan perbuatan bejat sang ayah tiri kepada keluarga besar terutama neneknya, setelah sang ayah tiri kerap marah dan mengamuk kepada dirinya, pada Bulan Maret 2024 kemarin. 

Pasalnya, semenjak bulan itu, korban AAS mulai tertarik dengan lawan jenis berusia sebaya atau berpacaran, dan mulai berkomitmen untuk enggan lagi menerima ajakan ayah tirinya untuk berhubungan intim. 

"Saat kelas 9, sebelum puasa (Maret 2024). Saya berontak. Saya sudah punya pacar. Saya akhirnya cerita ke neneknya," pungkasnya. 

Sementara itu, nenek korban mengaku baru memperoleh pengakuan mengagetkan dari sang cucu atau korban pada pertengahan bulan puasa pada Maret 2024 kemarin. 

Pada suatu malam, sang cucu mengaku kabur dari rumah karena terus menerus diperlakukan kasar oleh ibu kandung, dan memutuskan bersembunyi di rumahnya.

Ternyata, sang cucu menceritakan semua yang dialaminya selama ini; terkait kekerasan seksual itu, hingga membuat darahnya mendidih dan naik pitam. 

Halaman
12
Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved