Kamis, 9 April 2026

Mudik Lebaran 2024

Alasan Tol Ngawi Jadi Tol yang Rawan Kecelakaan Maut, Pemudik Harus Waspada

Tol Ngawi yang menjadi salah satu jalur mudik Lebaran 2024 merupakan tol yang patut diwaspadai para pemudik.

Editor: eben haezer
febrianto ramadani
Bus Restu berisi rombongan guru dari Yayasan Charis Malang yang mengalami kecelakaan maut di Tol Ngawi-Solo. Kapolda Jatim menyebut tol Ngawi adalah salah satu tol yang paling rawan kecelakaan sehingga pemudik mesti waspada 

TRIBUNMATARAMAN.COM - Tol Ngawi yang menjadi salah satu jalur mudik Lebaran 2024 merupakan tol yang patut diwaspadai para pemudik.

Pasalnya, tol Ngawi merupakan tol yang rawan kecelakaan. Bahkan, beberapa kecelakaan maut terjadi di tol tersebut. 

Hal ini disampaikan Kapolda Jatim, Irjen Pol Imam Sugianto.

Menurutnya, kawasan ini jadi rawan kecelakaan karena pada umumnya, pengemudi baru merasakan lelah setelah menempuh perjalanan berjam-jam dari Jawa Barat maupun Jawa Tengah. 

Kata dia, titik yang paling rawan terjadi kecelakaan di tol Ngawi adalah KM 498. 

"Kalau sudah masuk Tol Ngawi KM 498, itu sudah merasa dekat di Surabaya, jadi di titik itu, kalau gak salah sering terjadi kecelakaan," ujarnya di Mapolda Jatim, Kamis (4/4/2024). 

Guna mengantisipasi hal tersebut, Imam telah menyiasatinya dengan memberlakukan mekanisme rekayasa lalu lintas khusus untuk mengarahkan pengendara memasuki rest area. 

Artinya, ia menghendaki agar pengendara dipaksa untuk berhenti dan beristirahat, agar pengendara tidak lagi menyepelekan kondisi tubuh yang lelah dengan dalih; merasa tanggung karena perjalanan hampir sampai tujuan. 

"Kita pakai bendera, untuk kami imbau untuk paksa masuk rest area, sopir sopir untuk berhenti sejenak mengistirahatkan badan, 5-10 menit, lalu masuk tol lagi melanjutkan perjalanan," katanya. 

Sepanjang pelaksanaan Operasi Ketupat Semeru 2024 yang berlangsung selama arus mudik dan balik lebaran nanti, pihaknya telah menyiagakan sekitar 17 ribu orang personel gabungan dari TNI, Polri, dan jajaran samping seluruh wilayah Jatim. 

Kemudian, pihaknya telah menyediakan 195 Pos Pengamanan (PAM), 14 Pos Pelayanan (YAN), dan 14 Pos Terpadu.

Imam berharap dengan segala persiapan yang telah dilakukan oleh pihaknya bersama stakeholder terkait dapat membuat momen arus mudik dan balik di Jatim, nihil kejadian fatalitas kecelakaan.

"Dan target kita selama 2 pekan operasi kita. Kalau bisa zero accident. Agar masyarakat yang mudik bisa berkumpul dengan keluarga. Silaturahmi dengan merayakan bersama keluarga," jelasnya. 

Kemudian, mengenai tranportasi laut penyeberangan Ketapang-Gilimanuk. Imam mengungkapkan, pihak ASDP setempat telah menyediakan penambahan tiga kapal angkut. 

Sehingga ia berharap mobilisasi masyarakat yang akan berlibur setelah merayakan momen Idulfitri dapat terfasilitas secara cepat, baik dan maksimal. 

"Semoga dengan penanganan yang baik, masyarakat yang menyeberang untuk rekreasi ke Bali Pascalebaran, betul betul bisa dilayani dengan baik," ungkapnya. 

(luhur pambudi/tribunmataraman.com)

editor: eben haezer
 

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved