Berita Terbaru Kabupaten Kediri

Penjelasan Kyai Pengasuh Ponpes yang Santriwatinya Membuang Bayi di Puncu Kediri

Kyai pengasuh ponpes, tempat santriwati yang membuang bayinya di Puncu Kediri mondok, memberi klarifikasi soal kehamilan santriwatinya 

Penulis: Luthfi Husnika | Editor: eben haezer
ist
H. Mustofa, pengasuh Ponpes di Dusun Templek, Desa Gadungan, Kecamatan Puncu, Kabupaten Kediri, memberikan klarifikasi soal santriwatinya yang membuang bayi di halaman rumah warga 

TRIBUNMATARAMAN.COM - Viral di media sosial Facebook video berdurasi 2 menit 56 detik yang berisi klarifikasi dari kyai pengasuh ponpes, tempat santriwati yang membuang bayinya di Puncu Kediri mondok. 

Dalam video tersebut, seorang pria mengenakan kemeja dan kopyah putih memberikan klarifikasi atas peristiwa yang menyangkut pautkan pondok binaannya.

Pria yang diketahui merupakan Mustofa selaku pemilik pondok yang berlokasi di Dusun Templek, Desa Gadungan, Kecamatan Puncu, Kabupaten Kediri memberikan penjelasan.

Baca juga: Kondisi Terkini Bayi yang Dibuang Santriwati di Puncu Kediri, Bikin Kapolres Kediri Terharu

Ia menerangkan bahwa santriwati yang telah membuang bayinya tersebut bukanlah warga Kediri. Bahkan santriwati tersebut baru masuk ke pondoknya 2,5 bulan belakangan.

"Alhamdulillah ibu dari bayi sudah ditemukan dan mau mengakui perbuatannya. Anak (ibu bayi) berasal dari Sumatera yang mondok di Jawa Tengah. Baru bermukim di rumah saya sekitar 2,5 bulan. Sama sekali tidak mengira dan menduga anak tersebut melahirkan seorang bayi dan setelah lahir dibuang," terang Mustofa dalam video.

Ia mengatakan, kejadian tersebut berlangsung saat para santri dan seisi pondok tengah menjalankan salat tarawih. Sehingga tidak ada yang mengetahui peristiwa lahirnya bayi.

Mustofa juga menyebut bahwa akibat kejadian ini dirinya dan keluarga turut menerima imbas.

"Saya turut menerima imbasnya. Ini ujian saya sekeluarga di bulan suci ramadhan, semoga saya sekeluarga diangkat derajatnya. Mengapa saya jelaskan ini supaya tidak menimbulkan fitnah. Semoga saya diberi sabar dan tabah untuk ngurus santri lainnya," ujarnya. 

Sementara itu AS (19) bersama sang bayi kini tengah menjalani perawatan di RS Bhayangkara Kediri. Bayi laki-laki yang ditemukan tersebut juga dalam kondisi baik.

"Untuk perkembangan kasus masih dalam penyelidikan dan didalami oleh Satreskrim Polres Kediri. Nanti akan kami informasikan apabila sudah ada perkembangan lebih lanjut," ungkap Kapolres Kediri AKBP Bimo Ariyanto.

(luthfi husnika/tribunmataraman.com)

editor: eben haezer

 

Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved