Kepala Bayi Tertinggal Saat Persalinan

Penjelasan Pemkab Bangkalan Soal Kepala Bayi Tertinggal di Rahim Saat Persalinan di Puskesmas

Pemkab Bangkalan memberi penjelasan soal video viral kepala bayi tertinggal di rahim ibunya saat bersalin di sebuah puskesmas di Bangkalan, Madura

Editor: eben haezer
ist`
Dr Edy Suharta, Sp F dalam jumpa pers di kantor Dinas Kominfo Pemkab Bangkalan, Selasa (12/3/2024) 

TRIBUNMATARAMAN.COM - Kepala bayi perempuan teringgal dalam kandungan ibunya saat persalinan di Puskesmas Kedungdung Bangkalan, Madura. 

Kejadian ini pun viral di media sosial.

Video yang diunggah di Instagram itu diberi judul: “EXCLUSIVE, keterangan korban dugaan malpraktik di Puskesmas Kedungdung Bangkalan”. 

Di awal video berdurasi 6 menit itu, perempuan bernama Mukaromah (25) yang diketahui berasal dari Kabupaten Sampang itu menjawab pertanyaan seorang pria.

Dia menyebutkan bahwa dirinya adalah ibu yang melahirkan di Puskesmas Kedungdung, Bangkalan.

Mukarromah mengungkapkan awalnya pergi ke bidan kampung dan dirujuk ke Puskesmas Kedungdung Bangkalan.

Setiba di puskesmas, dirinya meminta rujukan karena ingin melahirkan secara operasi di Kota Bangkalan. Pihak puskesmas sempat melakukan pemeriksaan terlebih dahulu.  Suara pria kembali menanyakan dengan kalimat, apakah bayi masih hidup saat diperiksa?. Mukarromah menjawab, kondisi bayi lemah namun masih hidup.

Selanjutnya, mulai menit 02.09, Mukarromah mengatakan diberikan suntikan pendorong, disuruh ngeden lagi. “Terus saya tak bisa, tidak kuat, akhirnya patah badannya dan kepalanya di dalam (rahim),” tutur Mukarromah dalam rekaman video itu.

Suara pria kembali muncul dan menanyakan, apakah (badan bayi) sempat ditarik sama bidan?.

“Iya ditarik, saya tidak tahu soal dipotong apa enggak, tapi itu ditarik, saya pernah lihat bidannya pegang gunting sambil ditarik,” jelas Mukarromah.

Penjelasan Pemkab Bangkalan

Peristiwa ini pun mendapat perhatian serius Pemkab Bangkalan.

Tiga dokter spesialis dihadirkan dinas kesehatan (dinkes) dalam gelaran jumpa pers di kantor Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Bangkalan, Selasa (12/3/2024).

Ketiga dokter itu terdiri dari spesialis obstetri dan ginekologi (obgyn) atau kandungan RSIA Glamour Husada Kebun, Bangkalan, dr Surya Haksara, spesialis anak, dr Moh Shofi, SpA, serta spesialisis forensik, dr Edy Suharta, Sp F.

Hadir pula dalam kesempatan jumpa per situ Kepala Dinkes Kabupaten Bangkalan, Nur Chotibah serta Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Bangkalan, Agus Sugianto Zain. 

Halaman
12
Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved