Pemilu 2024

Dua Pasangan Kakak Beradik Akan Sama-sama Duduk di Kursi DPRD Tulungagung

Ada dua pasang kakak beradik yang akan sama-sama duduk di kursi DPRD Tulungagung periode 2024-2029.

Penulis: David Yohanes | Editor: eben haezer
ist
Ahmad Baharudin dan Mochamad Tohar (atas), The Hong Sem dan Panhis Yody Wirawan (bawah). 

TRIBUNMATARAMAN.COM - Pasangan dua bersaudara yang berasal dari partai yang berbeda, akan sama-sama duduk sebagai anggota DPRD Tulugnagung periode 2024-2029. 

Pasangan bersaudara pertama adalah Ahmad Baharudin dan adiknya, Mochamad Tohar.

Ahmad Baharudin dari Partai Gerinda. Sedangkan Tohar dari Partai Nasdem. 

Sedangkan pasangan bersaudara kedua adalah The Hong Sem dan adiknya, Panhis Yody Wirawan. Pasangan kakak beradik ini sama-sama berangkat dari Partai Nasdem. 

Pada periode 2019-2024, ada satu kakak adik, yaitu Supriyono dan Suharminto dari PDI Perjuangan.

Namun keduanya dipastikan tidak akan masuk ke DPRD Tulungagung di periode 2024-2029.

Supriyono lebih dulu diberhentikan keanggotaannya dari DPRD Tulungagung periode 2019-2024, karena kasus korupsi yang ditangani Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

PDI Perjuangan melakukan pergantian antar waktu (PAW) dengan Winarno sebagai penggantinya.

Sementara Suharminto gagal bersaing di Dapil Tulungagung 6, meliputi Kecamatan Ngantru, Karangrejo dan Kauman.

The Hong Sem dan Panhis

The Hong Sem merupakan Caleg petahana yang berhasil masuk kembali ke DPRD Tulungagung dari Dapil Tulungagung 1.

Di Dapil yang meliputi Kecamatan Kedungwaru, Tulungagung dan Boyolangu ini The Hong Sem meraup 5.275 suara.

Sementara Panhis juga bukan tokoh yang baru muncul.

Selama ini sosoknya dikenal sebagai salah satu notaris yang punya nama besar di Tulungagung.

Namanya kian berkibar saat diusung Partai Nasdem menjadi calon wakil bupati Tulungagung PAW.

PAW dilakukan saat itu karena bupati Syahri Mulyo berhalangan tetap setelah terbukti bersalah dalam perkara yang ditangani KPK.

Wakilnya, Maryoto Birowo dilantik menjadi bupati definitif, sementara wakilnya diisi lewat pemilihan di DPRD Tulungagung.

PDI Perjuangan dan Nasdem yang mengusung pasangan Syahri-Maryoto sama-sama mengusulkan satu nama, untuk dipilih anggota DPRD Tulungagung.

PDI Perjuangan mengusung Gatut Sunu Wibowo, sementara Nasdem mengusung Panhis.

Sayangnya dalam pemilihan di internal DPRD Tulungagung ini Panhis kalah dukungan, sehingga jabatan Wabup Tulungagung jatuh ke Gatut Sunu.

Kehadiran kakak beradik ini juga menjadi hal positif, sebab keduanya berasal dari etnis minoritas Tionghoa.

Kehadiran The Hong Sem dan Panhis memberi gambaran, etnis Tionghoa ikut berperan dalam politik lokal Tulungagung.

Baharudin dan Tohar

Baharudin juga salah satu Caleg petahana yang kembali lolos dari Dapil Tulungagung 1.

Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Tulungagung  mendapat 10.875 suara, dan menduduki suara terbanyak ke-3 tingkat kabupaten.

Baharudin juga memegang jabatan Ketua Askab PSSI Kabupaten Tulungagung.

Sosoknya dikenal sebagai pengusaha konveksi sukses, dan sejumlah usaha lainnya.

Sementara Tohar benar-benar nama baru di dunia politik Tulungagung.

Kiprahnya juga tidak banyak diketahui oleh publik.

Tohar lolos dari Dapil Tulungagung 3, meliputi Kecamatan Campurdarat, Tanggunggunung, Kalidawir dan Pucanglaban dengan 3.674 suara.

Perolehan suara Tohar adalah yang terkecil dibandingkan dengan semua Caleg yang lolos dari Dapil Tulungagung 3.

Ia “digendong” Ebin Sunaryo, Caleg Gerindra lainnya yang lolos dari Dapil Tulungagung 3 dengan 10.374 suara.

Ebin yang juga tokoh PSHT di Tulungagung meraih suara tertinggi ke-5 di tingkat Kabupaten, dan mendongkrak suara Gerindra di Dapil Tulungagung 3.

Suaranya yang tinggi membuat Gerindra mendapat 2 kursi di Dapilnya, sehingga Tohar yang yang ada di peringkat ke-2 di internal partai turut lolos ke DPRD Tulungagung.

(David Yohanes/tribunmataraman.com)

editor: eben haezer

 

Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved