Pemilu 2024

Gusdurian Tulungagung Ikut Serukan Kembali ke Pemilu yang Lebih Etis, Bermoral dan Bermartabat

Gusdurian Tulungagung menyatakan sikap mengecam berbagai pelanggaran dalam Pemilu 2024 dan mengajak kembali menjalankan demokrasi bermoral

Penulis: David Yohanes | Editor: eben haezer
tribunmataraman.com/david yohanes
Penandatanganan seruan rakyat untuk Pemilu yang jujur, adil, damai dan bermartabat oleh Gusdurian Tulungagung 

TRIBUNMATARAMAN.COM - Gusdurian Tulungagung turut menyampaikan sikap terkait kondisi Pemilu 2024 yang dinilai diwarnai banyak pelanggaran. 

Hal ini berdasar data Gardu Pemilu Jaringan Gusdurian yang menemukan 105 dugaan pelanggaran pemilu dalam 3 bulan.

Dari jumlah itu, 58 pelanggaran di antaranya terkait dengan penyalahgunaan wewenang penyelenggara negara.

“Untuk di Tulungagung, kami belum sampai turun ke lapangan. Namun ada sejumlah money politic yang dilaporkan,” jelas Koordinator Gusdurian Tulungagung, Rizka Umami.

Jaringan Gusdurian ingin menciptakan Pemilu yang jujur, adil dan bermartabat.

Sebab itu Gusdurian berharap para pemuda di Tulungagung peduli dengan Pemilu 2024.

Rizka juga menyayangkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Mahkamah Konstitusi (MK) yang terbukti melanggar etika.

“Gusdurian juga menyayangkan, lembaga yang punya tanggung jawab moral besar, tapi bisa melanggar etika,” ucap Rizka.

Meski demikian, Gusdurian Tulungagung tidak sampai mendesak para pihak yang diuntungkan dari pelanggaran etika itu, untuk mengundurkan diri.

Gusdurian lebih menekankan seruan moral dan aksi seruan rakyat untuk Pemilu yang jujur, adil, damai dan bermartabat.

Rizka berharap Pemilu 2024 menjadi tonggak evaluasi, agar hal serupa tidak terulang lagi.

“Kami ingin Pemilu ini semacam wadah menggaungkan kembali demokrasi yang lebih etis, bermoral dan bermartabat,” tandasnya.

Sebelumnya Gusdurian menyatakan, penyalahgunaan wewenang penyelenggara negara menjadi ancaman terhadap integritas dan martabat Pemilu.

Gusdurian bertekad turut mengoreksi dan mengawal proses Pemilu, agar sejalan dengan nilai perjuangan Gus Dur, yang meletakkan kemanusiaan di atas kepentingan politik.

Gusdurian menyayangkan dugaan pelanggaran netralitas pejabat negara dan aparat negara, penyalahgunaan sumber daya negara, kekerasan berbasis politik, penyebaran hoaks, misinformasi, serta disinformasi, serta perbuatan yang merendahkan martabat.

Halaman
12
Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved