Kampanye Anies di Tulungagung

Kampanye di Tulungagung, Anies Baswedan Ungkit Keberhasilannya Menutup Alexis

Saat kampanye di Tulungagung, Anies Baswedan mengungkit keberhasilannya menutup Alexis saat dia menjabat sebagai gubernur DKI

Penulis: David Yohanes | Editor: eben haezer
tribunmataraman.com/david yohanes
Anies Baswedan saat berkampanye di Tulungagung 

TRIBUNMATARAMAN.COM - Calon presiden (Capres) nomor urut 1, Anies Baswedan menyapa ribuan pendukungnya di GOR Lembupeteng, Kabupaten Tulungagung, Jatim.

Kampanye akbar bertajuk Anies Sapa Mataraman ini juga mendapat dukungan dari Kiai Ponpes Lirboyo, Ploso Kediri dan Ngunut.

Anies menggemakan tema perubahan di depan ribuan pendukungnya.

Baca juga: Kampanye di Tulungagung, Anies Baswedan Baca Satu Persatu Poster yang Dibawa Pendukung

Menurutnya, untuk membuat perubahan harus punya wewenang.

Mantan Rektor Universitas Paramadina ini mengingatkan keberhasilannya menutup Alexis, salah satu tempat hiburan di Jakarta.

“Boleh tahu saja, tapi yang penting tidak pernah ke sana. Itu tempat maksiat,” ucap Anies kepada massa kampanye.

Lanjutnya, Alexis sempat mendapat tentangan dari para ulama, tokoh masyarakat dan ibu-ibu.

Mereka berpuluh kali menggelar unjuk rasa, namun Alexis tidak pernah berhasil ditutup.

Menurutnya, ada backing, ada orang dalam dan ada oligarki di belakang Alexis.

Sampai kemudian Anies menjabat sebagai Gubernur DKI tahun 2017, Alexis berhasil ditutup.

“Saat pergantian pemimpin, cukup dengan selembar kertas dan satu tanda tangan, Alexis ditutup. Tidak perlu demo, tidak perlu marah-marah,” katanya.

Keberhasilan menutup Alexis tidak lepas dari wewenang yang dimiliki Anies sebagai Gubernur DKI.

Dengan wewenang sebagai presiden maka masalah bangsa ini bisa diatas.

Seperti pupuk mahal yang saat ini dirasakan oleh para petani, dan solar yang sulit didapat oleh para nelayan.

“Itu semua bisa diubah, tapi perlu wewenang,” tegasnya.

Anies juga mencontohkan banyaknya jalan aspal yang rusak dan bertahun-tahun tidak diperbaiki.

Padahal untuk memperbaiki jalan rusak bisa sangat cepat dilakukan dan mudah.

Namun karena pemerintah memandang perbaikan jalan itu kurang penting, maka dibiarkan saja.

Hal yang sama juga berlaku pada harga pupuk dan harga beras yang saat ini mahal.

“Semua bisa diatasi asal dikerjakan dengan serius. Insyaallah kota membawa perubahan,” ujarnya.

Anies pun meminta para pendukung untuk memanfaatkan waktu tersisa 5 hari menjelang Pemilu.

Semua diminta untuk menjangkau para pemilih, agar pada Pemilu 2024 memenangkan pasangan Anies-Muhaimin (Amin).

(David Yohanes/tribunmataraman.com)

editor: eben haezer

Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved