Berita Terbaru Kabupaten Jember

Panggil Para Kades di Jember Jelang Pemilu 2024, Polisi Bantah Ada Kaitannya Dengan Politik

Polisi membantah pemeriksaan terhadap para kades di Jember ada kaitannya dengan politik meski pelaksanaannya di masa Pemilu 2024

Editor: eben haezer
ist
Para Kades masuk ke ruang penyidik Unit Pidana Khusus Satreskrim Polres Jember. (TRIBUNJATIMTIMUR.COM/ Imam Nawawi) 

TRIBUNMATARAMAN.COM - Sejumlah kepala desa di kabupaten Jember, Jatim, dipanggil polisi untuk menjalani pemeriksaan, kemarin (6/2/2024).

Menanggapi hal ini, Ketua Komisi A Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jember, Tabroni angkat bicara.

Menurutnya, penyidik Unit Pidana Khusus (Pidsus) Satreskrim Polres Jember harus profesional dalam melakukan pemeriksaan terhadap kades tersebut, agar tidak menimbulkan kecurigaan publik. Sebab, pemanggilan dan pemeriksaan ini dilakukan di momen politik, jelang Pemungutan Suara Pemilu 2024. 

Baca juga: Polisi Periksa Para Kades di Jember Jelang Pemilu 2024, Ada Apa?

"Menurut saya silakan Polres melakukan pemeriksaan. Tetapi harus sesuai prosedur hukum dan perundang undangan yang berlaku," katanya melalui sambungan telepon, Rabu (7/2/2024).

Mengingat, kata dia, pemeriksaan tersebut jelas menimbulkan kecurigaan dari masyarakat terhadap instansi kepolisian. Karena dilakukan pada masa kampanye pesta demokrasi.

"Banyak praduga prasangka ini, karena mendekati Pilpres. Sehingga banyak kepentingan politik yang masuk, itu tidak bisa dihindarkan," kata Tabroni.

Maka dari itu, Tabroni meminta penyidikan Pidsus Satreskrim Polres Jember harus tetap profesional  dalam melakukan pemeriksaa terhadap petinggi desa  itu, tanpa intervensi kepentingan politik apapun.

"Harapan saya Polres tetap profesional, tidak diintervensi oleh kepentingan-kepentingan politik," urai Legislator Fraksi PDI Perjuangan ini.

Menanggapi hal itu, Kasat Reskrim Polres Jember, AKP Abid Uwais Al Qarni mengatakan bahwa pemeriksaan terhadap Kades itu tidak ada hubungannya dengan Pemilu 2024. 

"Tidak ada hubungannya dengan Pemilu. Memang ada yang mempersepsikan politis, mungkin karena waktu pemeriksaan ini bersamaan masa kampanye dan yang dipanggil jumlahnya banyak. Tapi, tidak betul asumsi itu," tanggapnya.

Abid berdalih bahwa hal ini dilakukan untuk menindaklanjuti laporan masyarakat tentang dugaan korupsi anggaran desa. Sehingga Kades diperiksa guna klarifikasi awal.

"Kemarin saja yang diperiksa ada tujuh desa. Untuk hari ini saya cek dulu yang diperiksa berapa. Kami mendapat banyak masuk laporan-laporan warga juga yang bersifat pengaduan masyarakat," dalihnya.

Abid menegaskan tidak semua Kades di 226 desa di Jember dipanggil semua. Kata dia,  pemeriksaan itu, khusus yang ada aduan masyarakatnya.

"Tidak semuanya desa dipanggil. Hanya yang ada kaitan dengan pengaduan dan laporan masyarakat," ulasnya.

(imam nawawi/tribunmataraman.com)

editor: eben haezer

Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved