Berita Terbaru Kabupaten Trenggalek

Dinkes Trenggalek Dorong Masyarakat Sadar Lakukan Deteksi Dini Kanker

Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Trenggalek mengajak masyarakat untuk lebih sadar deteksi dini kanker

Penulis: Sofyan Arif Chandra | Editor: eben haezer
ist
Ilustrasi 

TRIBUNMATARAMAN.COM  - Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Trenggalek mengajak masyarakat untuk lebih sadar deteksi dini kanker.

Kepala Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Trenggalek, Sunarto menyebutkan rata-rata 70 persen pasien kanker datang ke dokter sudah dalam kondisi terlambat atau sudah stadium lanjut.

"Saat ini ada sistem tranformasi pelayanan primer salah satunya peningkatan skrining atau deteksi dini terhadap kanker yang sudah dijadwalkan dan mayoritas gratis karena sudah ditanggung BPJS," ucap Sunarto, Senin (5/2/2024).

Baca juga: Lebih dari 1.000 Kasus Kanker Baru Ditemukan di Trenggalek Selama 2023, Kanker Payudara Mendominasi

Sunarto menyatakan, pada usia 15 tahun, perempuan harus melakukan pemeriksaan dada sendiri (Sadari) untuk mendeteksi dini kanker payudara dengan memeriksa ada tidaknya benjolan di kedua payudara.

"Kemudian di usia 18 tahun juga dilakukan Sadari, lalu di usia 30 tahun harus melakukan Inspeksi Visual Asam Asetat ( IVA ) untuk pemeriksaan kanker mulut rahim," ucap Sunarto, Senin (5/2/2024).

IVA tersebut cukup dilaksanakan satu kali dalam tiga tahun dan bisa dilakukan di puskesmas terdekat serta dikaver oleh BPJS.

Jika dalam pemeriksaan tersebut positif, maka pasien akan dilanjutkan dengan menjalani cryotherapy atau dilakukan PAP Smear untuk memastikan apakah hasil tes IVA tersebut kanker atau radang lainnya.

"Lanjut pada usia 40 tahun, masyarakat harus tes kanker paru dengan melakukan rontgen, serta periksa kanker usus dengan colok dubur," lanjutnya.

Untuk tes kanker paru-paru, masyarakat harus melakukannya secara mandiri karena rontgen paru - paru belum dikaver BPJS.

"Kalau untuk colok dubur gratis dan bisa dilakukan di puskesmas atau faskes pertama," jelas Sunarto.

Deteksi dini tersebut diperlukan jika kanker bisa diketahui lebih cepat maka bisa ditangani dengan lebih baik.

Pemerintah sendiri juga telah meluncurkan program untuk menekan kasus kanker serviks melalui vaksin HPV (human papillomavirus).

"Vaksin kanker mulut rahim ini diberikan pada siswa kelas 5-6 SD sebanyak dua kali yang dimulai tahun 2023 kemarin," pungkasnya.

(sofyan arif candra/tribunmataraman.com)

editor: eben haezer

Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved