Sub PIN Polio

Sub PIN Imunisasi Polio di Kabupaten Kediri Digeber Mulai Hari ini, Menyasar 184.693 Anak

Sub Pin Imunisasi Polio 2024 digelar serentak di Kabupaten Kediri hari ini, Senin (15/1/2024). Menyasar 184.693 Anak

Penulis: Luthfi Husnika | Editor: eben haezer
ist
Sub Pin Imunisasi Polio yang dilaksanakan di Posyandu Dahlia Tepus, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri, Senin (15/1/2024). 

TRIBUNMATARAMAN.COM - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kediri melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kediri menggelar Sub Pin Imunisasi Polio 2024 serentak se-Kabupaten Kediri, Senin (15/1/2024).

Sub PIN Imunisasi Polio tahap satu ini digelar selama sepekan, hingga 21 Januari 2024 di seluruh posyandu dan beberapa sekolah yang masuk kawasan Kabupaten Kediri.

Sedangkan tahap dua pemberian dosis akan dilakukan pada tanggal 19-25 Februari 2024.

Baca juga: Sub PIN Polio di Ponorogo, Bupati Sugiri Sancoko Didapuk Berikan Tetesan Pertama ke Anak

Salah satu Sub Pin Imunisasi Polio digelar di Posyandu Dahlia yang berlokasi di Desa Tepus, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri.

Ada puluhan bayi dan balita yang mengikuti imunisasi polio hari pertama ini.

"Hari ini kami membuka acara Sub Pin Imunisasi Polio massal yang dilakukan di Kabupaten Kediri. Sub Pin imunisasi ini merupakan program pemerintah karena ada temuan kasus polio di Jawa Timur," kata dr Rahma Sari Dewi, Kabid Pelayanan Masyarakat Dinkes Kabupaten Kediri, Senin (15/1/2024).

Rahma mengatakan, di Kabupaten Kediri sendiri sebenarnya tak ditemukan kasus polio. Baru-baru ini kasus polio ditemukan di kawasan Madura. Namun sebagai langkah antisipasi, pemerintah melakukan program Sub Pin imunisasi.

"Karena ini Sub Pin jadi tidak serentak seluruh Indonesia. Hanya di beberapa wilayah yang ada ditemukan kasus polio," tambahnya.

Sementara itu, Pengelola Program Posyandu Imunisasi Dinkes Kabupaten Kediri Sumarni mengungkapkan, jumlah peserta imunisasi keseluruhan dalam agenda kali ini adalah 184.693 anak. Namun jumlah ini bisa saja berbeda.

Sebab menurutnya, vaksinasi ini boleh diberikan tak terbatas waktu. Meskipun saat ini yang diutamakan adalah usia 0-8 tahun.

"Targetnya bisa saja lebih apabila peminatnya meningkat. Karena tidak ada batasan harus warga Kediri. Pendatang pun boleh ikut," jelasnya.

Sumarni menuturkan, untuk realiasasi sendiri Dinkes Kabupaten Kediri menarget hingga 95 persen dari jumlah total. Apabila target belum tercapai, pihaknya akan melakukan jemput bola dengan sistem sweeping.

Petugas vaksinasi dari Dinas Kesehatan akan mendatangi bayi atau balita yang belum sempat mendapatkan imunisasi. Atau, mereka yang belum akan diberi undangan untuk datang imunisasi.

"Semoga imunisasi ini bisa bermanfaat dan tidak ada kasus polio di Kabupaten Kediri," ujarnya.

(luthfi husnika/tribunmataraman.com)

editor: eben haezer

Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved