Pembunuhan di Sampang Madura

Pelaku Pembunuhan Ibu Muda di Sampang Madura Masih Misterius

Sepekan berlalu, pelaku pembunuhan terhadpa seorang ibu muda di Kecamatan Omben, Kabupaten Sampang, Madura, masih misterius

Editor: eben haezer
ist
Ilustrasi korban pembunuhan 

TRIBUNMATARAMAN.COM - Identitas pembunuh seorang ibu muda di Dusun Lorpolor, desa Karang Gayam, kecamatan Omben, Kabupaten Sampang, Madura, sampai kini masih misterius. 

Padahal, hampir sepekan peristiwa itu terjadi. 

Sat Reskrim Polres Sampang masih terus bergerak melakukan proses penyelidikan, di tahap memperkuat alat bukti beserta keterangan saksi yang terus dikumpulkan.

Baca juga: BREAKING NEWS - Pembunuhan Perempuan Muda di Sampang Madura, Korban Penuh Luka Bacok

"Kami kerja ini sistematis dalam mengumpulkan alat bukti dan insyaallah dalam waktu dekat kita dapat mengetahui siapa tersangkanya," kata Kasat Reskrim Polres Sampang, AKP Sigit Nursiyo Dwiyugo, Senin (15/1/2024).

Kendati demikian, pihaknya tidak dapat membeberkan beberapa alat bukti yang telah berhasil ditemukan sejauh ini, yang jelas kini masih proses mengumpulkan alat bukti.

Pria berkaca mata itu tidak sedikitpun khawatir pelaku melarikan diri karena proses penanganan telah memakan waktu beberapa hari.

"Tidak, kalau lari nanti tinggal kita kejar, dari pada kita terburu-buru tapi salah," tandasnya.

Baca juga: Identitas Masih Misterius, Pelaku Pembunuhan Perempuan Muda di Sampang Madura Pakai Kerudung

AKP Sigit Nursiyo Dwiyugo meyakinkan penanganan kasus ini tidak bisa dikatakan lama, mengingat peristiwa baru beberapa hari ini. 

"Kita sedang bekerja, siang malam," tegasnya.

Diberitakan sebelumnya, Warga Kabupaten Sampang, Madura digegerkan dugaan pembunuhan terhadap perempuan berusia 30 tahun di Dusun Lorpolor, Desa Karang Gayam, Kecamatan Omben, kabupaten Sampang, Selasa (9/1/2023).

Korban adalah ibu muda bernama Siti Maimuna.

Dia ditemukan pertama kali oleh keluarga dalam kondisi tergeletak lemas dan bersimbah darah di dalam kamarnya, sekitar 03.30 wib.

Korban diduga dibunuh secara sadis mengingat terdapat sekitar 6 luka robek di sekujur tubuhnya akibat sabetan senjata tajam. 

Di antaranya di lengan kanan, paha kanan, dan lutut bagian belakang.

"Termasuk luka pergelangan tangan kiri, betis kiri bagian depan hingga tembus samping belakang, dan paha belakang kiri," kata Kapolsek Omben, AKP Budi Nugroho.

Setelah ditemukan, korban dievakuasi oleh keluarga dibantu warga ke Puskesmas Omben untuk memperoleh perawatan medis.

Namun, nyawanya tak tertolong. 

"Korban meninggal diakibatkan karena kehabisan darah, begitupun urat nadi di tangan terputus," terangnya. 

(hanggara pratama/tribunmataraman.com)

editor: eben haezer

Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved