Pembunuhan Siswa SMK di Bangkalan

Siswa SMK di Bangkalan Tewas Dibunuh, Guru-guru di Sekolahnya Menangis

Kematian Siswa SMK di Bangkalan yang diduga dibunuh temannya sendiri, mengundang duka para guru SMK Pelayaran Brajaguna Bangkalan, tempat sekolahnya

|
Editor: eben haezer
ahmad faisol
Suasana duka masih menyelimuti aktifitas belajar mengajar di SMK Pelayaran Brajaguna di Jalan Halim Perdana Kusuma, Bangkalan, Senin (8/1/2024) usai tragedi pembunuhan terhadap Mohammad Hifni dan menyeret dua siswa kakak beradik sebagai tersangka, MFA dan MAJ 

TRIBUNMATARAMAN.COM – Dalam waktu kurang dari 24 jam, Satreskrim Polres Bangkalan berhasil mengungkap bahwa mayat pria tanpa identitas yang ditemukan di rawa-rawa di kecamatan Socah adalah Mohammad Hifni (16), siswa kelas II SMK Pelayaran Brajaguna Bangkalan. Korban diduga dibunuh. 

Itu setelah pihak sekolah mengenali gesper atau sabuk yang melekat pada celana korban.

Hifni meregang nyawa di tangan kakak beradik, MFA dan MAJ yang juga tercatat sebagai siswa sekolah tersebut.

Baca juga: Pembunuhan Siswa SMK di Bangkalan Madura, Dua Pelaku yang Masih Remaja Beberkan Alasannya

Kejadian ini mengundang duka Kepala SMK Pelayaran Brajaguna, Rusdi.

Dengan suara terdengar parau, Rusdi memberikan penjelasan kepada jurnalis Tribunjatim Network yang menemuinya. 

“Vertigo saya sempat kumat karena korban lulut (patuh dan nurut) kepada saya. Semua guru menangis, sampai sekarang benak saya masih terngiang sosok almarhum. Selain lulut,, korban juga sangat santun dan rajin,” ungkap Rusdi mengawali obrolan tentang prahara yang menimpa ketiga siswanya.

Di waktu malam, beredarnya informasi penemuan mayat berkelamin pria tanpa identitas itu direspon Rusdi dengan memerintahkan dua guru untuk mengecek ke Kamar Pemulasaran Jenazah RSUD Syamrabu Bangkalan.

Baca juga: Siswa SMK di Bangkalan Dihabisi 2 Temannya Sendiri Dengan Cara Ditenggelamkan di Rawa-rawa

Pasalnya, keberadaan salah seorang siswanya diinformasikan sedang menjadi misteri usai berpamitan dari rumahnya pada Kamis (4/1/2024) pagi.

Rusdi menjelaskan, guru Guru Yuni dan Risa yang ditugaskan untuk mengecek ke kamar mayat tidak berhasil mengenali tubuh jenazah. Sementara dirinya memilih untuk pergi ke polres untuk memeriksa pakaian yang digunakan saat jasad ditemukan.

“Awal kami ragu, tetapi setelah saya melihat gesper atau sabuk Brajaguna, di situlah saya terperanjat kaget. Saat itulah saya terpukul, Ya Allah itu anak saya,” kenang Rusdi sambil menghela nafas.

Berdasarkan kronologis yang diungkap Satreskrim Polres Bangkalan, eksekusi pembunuhan terhadap korban HIfni dilakukan tersangka kakak beradik, MFA dan MAJ pada Kamis (4/1/2024) sekitar pukul 19.00 WIB.

Siang sebelumnya, kedua pelaku dan korban masih sempat ngopi di sebuah warung. Korban kemudian diajak ke TKP dengan bujukan melihat perangkap ikan milik tersangka MFA. Tubuh Hifni ditemukan warga pada Sabtu (6/1/2024) sekitar pukul 10.30 WIB.

Tersangka kakak beradik, MFA dan MAJ merupakan warga Kelurahan Mlajah. Di SMK Pelayaran Brajaguna, MFA tercatat sebagai siswa kelas III, adiknya MAJ yang juga tersangka merupakan siswa kelas I. Sementara korban, Hifni adalah siswa kelas II.

“Tidak ada konflik antara mereka, persahabatan mereka sangat baik. Di sini, saya tidak memberlakukan senioritas, semua sama karena saya juga alumnus pelayaran. Jadi saya paham pahit getirnya seorang taruna junior. Sekali lagi, tidak ada senioritas di sini,” tegas Rusdi.  

Sekedar diketahui, SMK Pelayaran Brajaguna memiliki Akreditasi A/Approval Ahli Nautika Tingkat (ANT) IV dari Kementerian Perhubungan dengan lulusan sebagai perwira kapal. Memiliki lebih dari 100 siswa, dengan rincian sebanyak 60 siswa tengah praktek di kapal dan 35 siswa saat ini berada di sekolah.

Halaman
12
Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved