Angin Kencang di Tulungagung

Angin Kencang di Kalidawir Tulungagung Merusak 42 Rumah Warga

Bencana angin kencang kembali merusak puluhan rumah di wilayah Kecamatan Kalidawir, Kabupaten Tulungagung, Minggu (7/1/2024).

Penulis: David Yohanes | Editor: eben haezer
tribunmataraman.com/david yohanes
Petugas BPBD sedang mendata rumah yang rusak karena angin kencang di Kecamatan Kalidawir, Tulungagung 

TRIBUNMATARAMAN.COM - Bencana angin kencang kembali merusak puluhan rumah di wilayah Kecamatan Kalidawir, Kabupaten Tulungagung, Minggu (7/1/2024).

Angin merusak sekurangnya 42 rumah warga, terdiri dari  12 rumah di Desa Karangtalun dan 30 rumah di Desa Jabon.

"Itu masih data sementara, kemungkinan jumlah kerusakan akan bertambah. Petugas di lapangan masih melakukan asesmen," ujar Kabid Rehabilitasi dan Rekonstruksi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tulungagung, Taufik Priyadi, Senin (8/1/2024) pagi.

Baca juga: Ratusan Rumah Rusak Imbas Angin Kencang di Kabupaten Tulungagung, BPBD : Seng Sampai Terbang

Kejadian ini adalah bencana alam angin kencang kedua di awal 2024.

Sebelumnya, Rabu  (3/1/2023) ada 247 rumah yang rusak karena tiupan angin kencang.

Desa Jabon yang sebelumnya sempat menjadi korban, kali ini kembali dilewati angin kencang dengan kondisi lebih parah.

Jika pada kejadian pertama ada 12 rumah yang rusak, pada kejadian kali ini data sementara yang masuk sudah ada 30 rumah.

"Rumah yang jadi korban kejadian kedua  ini beda dengan yang kejadian pertama. Jadi tidak ada rumah yang jadi korban dua kali," sambung Taufik.

Lanjutnya, kerusakan rata-rata pada bagian atap asbes bangunan yang terbang ditiup angin kencang.

Ada juga genteng yang rontok dan pecah usai ditiup angin kemudian terjatuh.

Taufik mengingatkan agar masyarakat waspada dengan bencana angin kencang yang kerap terulang.

Apalagi lokasi kejadian setiap tahun tidak jauh dari kejadian sebelumnya.

Taufik menduga, ada jalur angin kencang yang tercipta karena kontur dan kondisi alam Tulungagung.

"Sering kali desa yang sama selalu kejadian bencana angin kencang. Karena masyarakat kami minta waspada," tegasnya.

Taufik mengatakan, BPBD akan memprioritaskan bantuan untuk tempat tinggal utama.

Halaman
12
Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved