Bencana Tanah Gerak

Belasan Rumah di Tulungagung Selatan Direkomendasikan Untuk Direlokasi Karena Bencana Tanah Gerak

Belasan rumah di kawasan Tulungagung selatan direkomendasikan untuk direlokasi karena bencana tanah gerak,

Penulis: David Yohanes | Editor: eben haezer
tribunmataraman.com/david yohanes
Teras rumah warga Tanggunggunung yang retak karena tanah gerak. 

TRIBUNMATARAMAN.COM - Sekitar 12 rumah milik warga di Tulungagung selatan direkomendasikan untuk direlokasi karena terdampak tanah gerak.

Rekomendasi ini dikeluarkan berdasar hasil kajian tim Geologi dari UPN Veteran Yogyakarta yang digandeng Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Tulungagung.

Belasan warga ini antara lain ada di Kecamatan Kalidawir dan Tanggunggunung.

Baca juga: BPBD Tulungagung Tunggu Restu Perhutani Untuk Pakai Merelokasi Warga Terdampak Bencana Tanah Gerak

“Memang pola retakan tanahnya saling menyambung di kedua kecamatan ini,” terang Kepala Bappeda Tulungagung, Erwin Novianto.

Saat ini Bappeda sedang berkoordinasi dengan Perhutani terkait lahan yang akan dipakai relokasi.

Warga yang terdampak tanah gerak ini ada di kawasan pegunungan, dengan dengan lahan milik Perhutani.

Pemkab Tulungagung nantinya akan membangunkan rumah di lahan baru yang lebih aman.

“Rekomendasinya memang tidak semua direlokasi, hanya yang sangat membahayakan. Jumlahnya sekitar 12 rumah,” sambung Erwin.

Lanjutnya, kondisi tanah gerak berpotensi semakin parah dan membahayakan warga.

Jika tidak dipindahkan belasan warga itu berisiko akan terkena bencara longsot.

Karena itu perlu langkah nyata untuk penyelamatan warga berdasarkan hasil kajian tim ahli.

“Jangan sampai kajiannya ada, rekomendasinya ada tapi kita tidak berbuat apa-apa. Kami masih berkoordinasi dengan OPD teknis,” tegas Erwin.

Hasil kajian itu menyebutkan, struktur tanah di kawasan terdampak berupa batu kapur.

Karena terendam air, batu kapur ini lalu timbul patahan yang memicu tanah gerak.

Kondisi kemarau panjang saat ini juga menjadi perhatian khusus karena dikhawatirkan situasi semakin parah jika turun hujan deras.

Halaman
12
Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved