Minggu, 12 April 2026

Sumur Tercemar BBM

Sumur Warga Kota Kediri Diduga Tercemar BBM, Peneliti ITS Turun Tangan

Sumur warga Kelurahan Tempurejo, kecamatan Pesantren, kota Kediri, tercemar BBM. Saat disulut api, menyala

Penulis: Didik Mashudi | Editor: eben haezer
ist
Tim peneliti ITS Surabaya melakukan penelitian geolistrik untuk mengetahui penyebab pencemaran sumur warga di Kelurahan Tempurejo, Kecamatan Pesantren, Kota Kediri, Senin (11/9/2023). 

TRIBUNMATARAMAN.COM - Tim peneliti dari ITS Surabaya meneliti dugaan sumur warga tercemar BBM di kelurahan Tempurejo, kecamatan Pesantren, Kota Kediri, Senin (11/9/2023).

Tim peneliti sebelumnya melihat kondisi masing-masing sumur warga yang tercemar BBM.

Sumur yang diduga tercemar BBM ini lokasinya berada di belakang SPBU Tempurejo Kota Kediri.

Sejauh ini masih belum diketahui penyebab pencemaran karena masih dilakukan penelitian tim ahli dari ITS. 

Untuk mengetahui kandungan minyak pada radius 100 meter dari lokasi SPBU tim peneliti memasang alat uji geolistrik.

Alat geolistrik ini berupa paku logam yang ditancapkan ke dalam tanah. Selanjutnya paku tersebut disambung dengan kabel serta dialiri listrik. 

Uji geolistrik dipasang mulai dari samping kiri SPBU hingga ke belakang ke rumah warga terdampak. Pengujian serupa dilakukan pada sumur warga yang tidak tercemar  sebagai pembandingnya.

Sejauh ini rombongan tim peneliti ITS belum bersedia memberikan penjelasan karena penelitian masih belum selesai.

Sementara sumur yang terdampak paling parah milik keluarga Sulastri, karena saat airnya diambil kemudian disulut api, terbakar. 

Sedangkan sumur warga lainnya sejauh ini masih sebatas berbau minyak dan terlihat warna pelangi di permukaan air yang tercemar.

Saat digunakan untuk mandi airnya juga menjadi licin.

Sebelumnya  tim dari Dinas Lingkungan Hidup Kebersihan dan Pertamanan (DLHKP) Kota Kediri telah membawa sampel air berwarna kehitaman untuk diteliti di laboratorium ITS. 

Hasil sementara dari sampel air yang diteliti ITS, ditemukan adanya kandungan petrolium hidrokarbon dengan kandungan yang berbeda di masing-masing sumur warga.

Masyarakat diimbau tidak menggunakan air yang tercemar untuk memasak dan mandi. Sebagai gantinya setiap hari tim dari DLHKP akan mengisi tandon di depan rumah warga pada pagi dan sore. 

Wali Kota Kediri, Abdullah Abu Bakar menjelaskan kedatangan tim peneliti ITS Surabaya bekerja sama dengan Pemkot Kediri.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved