Penertiban Tugu Perguruan Pencak Silat

Pangdam V Brawijaya: Terjadi 400 Konflik Perguruan Silat Selama 3 Tahun di Jawa Timur

Pangdam V/Brawijaya, Mayjen TNI Farid Makruf menyebut, dalam kurun waktu 3 tahun, setidaknya terjadi 400 konflik berlatar perguruan silat.

Editor: eben haezer
ist
Ilustrasi 

TRIBUNMATARAMAN.COM - Pangdam V/Brawijaya, Mayjen TNI Farid Makruf bersikap tegas mendukung hasil keputusan bersama Gubernur Jatim terkait pembongkaran tugu perguruan silat yang berdiri di atas tanah milik negara. 

Dia khawatir, berdirinya tugu-tugu tersebut justru menjadi pemicu konflik berlatar perguruan silat. 

Apalagi, dalam 3 tahun, yakni mulai 2021 hingga 2023, terjadi setidaknya 400 konflik yang melibatkan perguruan silat di Jawa Timur, baik antar perguruan silat, maupun antara perguruan silat dengna warga. 

"Dan yang utama yakni Kami pelajari bahwa pusat konflik itu ada di tugu-tugu peringatan itu. Karena itu kemarin ada imbauan dari bu Gubernur untuk menertibkan itu semuanya," ungkapnya.

Lebih lanjut, Pangdam meminta agar tugu perguruan silat agar dibongkar sukarela oleh anggotanya masing-masing.

Bila hingga tenggat waktu tak dibongkar, dia menyatakan tak akan segan menerjunkan anggota untuk melakukan pembongkaran.

"Ini semua bukan kami arogan, bukan kami berkuasa, tapi ini semua untuk kemaslahatan umat karena itu menurut saya adalah sumber kebodohan," katanya.

(Hanif Manshuri/tribunmataraman.com)

editor: eben haezer

Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved