Jumat, 10 April 2026

Berita Terbaru Kota Kediri

Petugas Kesehatan Kota Kediri Menggelar Kampanye Cegah Stunting

Dinas Kesehatan Kota Kediri menggelar sosialisasi dan kampanye mencegah terjadinya stunting di Bundaran Sekartaji, Kota Kediri, Selasa (28/2/2023).

Penulis: Didik Mashudi | Editor: eben haezer
tribunmataraman.com/didik mashudi
Petugas kesehatan menggelar sosialisasi dan kampanye mencegah terjadinya stunting di Bundaran Sekartaji, Kota Kediri, Selasa (28/2/2023). 

TRIBUNMATARAMAN.COM - Dinas Kesehatan Kota Kediri menggelar sosialisasi dan kampanye mencegah terjadinya stunting di Bundaran Sekartaji, Kota Kediri, Selasa (28/2/2023).

Kampanye mencegah Stunting melibatkan petugas dari seluruh puskesmas di wilayah Kota Kediri.

Kegiatan ini menyasar masyarakat terutama ibu-ibu supaya lebih aware dengan perkembangan janin dan buah hatinya. Karena masa kehamilan dan balita menjadi masa-masa rentan/rawan stunting.

Dr Fauzan Adima, Kepala Dinas Kesehatan Kota Kediri menjelaskan, kegiatan mengambil tema mencegah stunting dengan Germas atau memasyarakatkan budaya hidup sehat serta meninggalkan kebiasaan dan perilaku yang kurang sehat.

“Stunting merupakan kondisi gangguan pertumbuhan pada anak balita akibat kekurangan gizi kronis terutama dalam 1.000 hari pertama kehidupan. Anak stunting cenderung lebih kerdil dibanding anak seusianya,” jelasnya. 

Petugas juga gencar memberikan edukasi kepada masyarakat utamanya yang melintas di sekitar Bundaran Sekartaji tentang upaya pencegahan stunting. 

Diungkapkan setidaknya ada 10 hal yang bisa dilakukan. Di antaranya, ibu hamil perlu makan lebih banyak dari biasanya, mengonsumsi tablet tambah darah, melakukan Inisiasi Menyusui Dini (IMD), atasi kekurangan iodium.

Selain itu menerapkan air susu ibu (ASI) eksklusif 0-6 bulan, pemberian ASI hingga 23 bulan didampingi MP-ASI, menanggulangi kecacingan, memberikan imunisasi dasar lengkap. 

"Selain itu memperbaiki sanitasi juga penting yakni akses terhadap air bersih dan selalu menggunakan jamban sehat,” ujarnya.

Pada kegiatan itu petugas juga membagikan mini parsel yang berisi aneka buah dan telur sebagai bentuk contoh kepada masyarakat supaya selalu melengkapi gizi seimbang.

Setelah menggelar kegiatan di Bundaran Sekartaji, tim dari puskesmas akan meneruskan misi kampanye dan sosialisasi pencegahan stunting di wilayahnya masing-masing.

Berdasarkan hasil survei status gizi Indonesia (SSGI) tahun 2022, prevalensi stunting Kota Kediri tahun 2022 sebesar 14,3 persen.

Sementara target penurunan stunting nasional tahun 2024 adalah 14 persen berdasarkan perpres No. 72 tahun 2021.

Sementara di Kota Kediri tahun 2023  ditargetkan prevalensi stunting turun di angka 11,48 persen dan tahun 2024 menjadi 9,2 persen, hasil kesepakatan Rakortek Renbang TPPS tahun 2022.

Sedangkan sebaran kasus stunting di Kota Kediri didominasi wilayah Kecamatan Kota sebesar 41,1 persen (381 balita stunting), Kecamatan Pesantren senilai 33 persen (306 balita stunting), dan Kecamatan Mojoroto sebesar 25,9 persen (240 balita stunting). Sedangkan total kasus Stunting dialami 927 balita.

"Kami berupaya supaya wilayah Kota Kediri targetnya dapat zero stunting," tandasnya.

(didik mashudi/tribunmataraman.com)

editor: eben haezer
 

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved